Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Refleksi Sabtu Suci Malam Paskah Pastor Pey Hurint: Merayakan Hidup sebagai Manusia Baru

Lambertus Hurek • Sabtu, 30 Maret 2024 | 14:24 WIB
Visualisasi jalan salib mengenang sengsara Kristus di halaman Gereja Santo Mikael, Tanjung Perak, Surabaya (Andy Satria/Radar Surabaya)
Visualisasi jalan salib mengenang sengsara Kristus di halaman Gereja Santo Mikael, Tanjung Perak, Surabaya (Andy Satria/Radar Surabaya)

Oleh RD Pey Hurint

 Ada begitu banyak soal yang datang menimpa hidup kita, bagai gulungan ombak tak berhenti. Barang kebutuhan pokok langka di pasar, juga harganya melambung.

Belum lagi banyak soal terkait kekerasan, intimidasi dan kejahatan yang terkait SARA yang memecah belah kerukunan dan persatuan antar warga bangsa. Juga ada masalah pribadi dan keluarga. Apakah masih relevans makna paskah dalam kemelut hidup ini?

Perayaan Paskah tidak serta merta memberi solusi praktis atas persoalan kita. Kebangkitan Tuhan tidak langsung memberi jalan praktis bagi kita untuk keluar dari soal hidup kita.

Mengapa? Karena seluruh persoalan hidup kita adalah produk kita manusia. Maka kita sendiri mesti berjuang dan mencari solusi, jalan keluar dari persoalan hidup ini.

Seperti orang bijak berkata: "Tuhan menggerakkan alam semesta karena manusia tidak mampu melakukannya. Tetapi Tuhan tidak akan mengeluarkan duri dari kakimu, karena engkau sendiri dapat melakukannya."
Bacaan suci hari ini memberi inspirasi untuk kita agar boleh menemukan jalan keluar dari persoalan hidup kita.

Sejak awal mula, segala sesuatu diciptakan Allah baik adanya. Sebagai puncak dari seluruh ciptaan, Allah menciptakan manusia seturut citra atau gambaran-Nya. Allah memberkati dan memberi mereka kuasa atas segala makluk yang lain sebagai citra Allah.

Tetapi manusia mau menyamakan diri dengan Allah. Inilah awal dari dosa dan kejatuhan manusia pertama di taman Eden. Paskah, Kebangkitan Kristus adalah sebuah penciptaan baru, manusia lama, Adam lama diganti dengan Kristus sang Adam Baru. Manusia dikembalikan ke kodratnya, sebagia citra Allah, gambaran Allah.

Lukisan tentang situasi suram bangsa Israel di Mesir dan pembebasan mereka menjadi gambaran kisah manusia zaman ini. Ada banyak penindasan, pemerkosaan hak, persekusi dan masih banyak kisah pilu lainnya.

Di tengah situasi itu, upaya pembebasan dari belenggu kelaliman dan penindasan menjadi keharusan. Di tengah situasi sulit, bangsa Israel membutuhkan sentuhan kasih Allah, yang melepaskan mereka dari penjajahan di Mesir.

Allah membebaskan manusia dari belenggu penjajahan, agar tidak lagi mengulangi sejarah yang sama, yakni menjajah dan menindas orang lain. Manusia hendaknya menjadi sahabat bagi sesama dalam ziarah hidup ini, bukannya menjadi musuh atau serigala bagi sesama (homo bomini lupus).

Nabi Yesaya mengingatkan kita untuk selalu mencari Tuhan selama Ia dapat ditemukan. Agar bisa menemukan Allah, manusia harus menjadi baru, meninggalkan jalannya, melepaskan angan-angan hati. Kalau sudah menjadi manusia baru, kita boleh menikmati kemurahan Tuhan. Rahmat Allah itu selalu baru dan cuma-cuma: Gratia gratis data!

 Kebangkitan Tuhan ditandai dengan kubur kosong dan perjumpaan dengan malaikat yang mengingatkan mereka bahwa Yesus sudah bangkit. Malaikat meneguhkan para wanita: "Jangan takut!"

Kebangkitan Kristus memberi semangat baru, untuk kembali ke awal hidup baru, ke Galilea di mana para murid dipanggil dan diutus.

Peristiwa salib membuat para murid patah semangat. Karena itu, Yesus memberi pesan agar mereka kembali ke Galilea, tempat awal perjumpaan dengan Yesus. Perjumpaan dengan Yesus sesudah kebangkitan di tempat awal perjumpaan, memberi semangat baru, asa dan harapan baru untuk melaksanakan tugas perutusan di tengah dunia ini.

Merayakan Paskah berarti kita merayakan hidup sebagai manusia baru, manusia yang kembali ke hakikat yang asli sebagai "Citra Allah." Tidak usah takut untuk kembali ke hakikat diri, kembali ke Galilea untuk berjumpa dengan Yesus.

Manusia paskah berarti manusia yang berpengharapan, bahwa di tengah situasi yang serba sulit, pasti ada solusi dan jalan keluarnya, tidak mudah putus asa dan memberi harapan untuk orang lain agar semakin maju dan berkembang. Menjadi manusia paskah berarti kembali ke hakikat diri sebagai citra Allah.

Mari kita bangkit bersama Kristus!

Editor : Lambertus Hurek
#sabtu suci malam paskah #renungan paskah 2024 #Jumat Agung 2024 #pekan suci di surabaya