SURABAYA - Pergelaran wayang potehi sempat terhenti hampir lima tahun sejak awal pandemi Covid-19 di Kelenteng Pak Kik Bio, Jalan Jagalan, Surabaya. Pengurus kelenteng akhirnya menanggap tim kesenian wayang potehi dari TITD Hong San Kiong, Gudo, Jombang.
"Ini pertunjukan pertama setelah absen selama lima tahun lamanya," kata Silviana Gunarsih, pengurus Pak Kik Bio, kepada Radar Surabaya, Kamis (29/2).
Menurut dia, pertunjukan wayang boneka khas Tionghoa tersebut dalam rangka persembahyangan Cap Go Meh. Menampilkan Dalang Widodo dari Kelenteng Gudo, Jombang.
"Lakonnya menceritakan kemulian dari Yang Mulia Kong Co Hian Thian Siang Tee, malaikat bintang utara," ujar Silviana.
Meskipun digelar di dalam kelenteng, menurut dia, pertunjukan wayang potehi ini terbuka untuk umum. Bahkan, tak sedikit warga muslim datang untuk menyaksikan kesenian tradisional itu. Ada juga rombongan mahasiswa UPN Veteran Surabaya terlihat serius menikmati adegan demi adegan yang dimainkan sang dalang.
"Para mahasiswa memang kebetulan ada kunjungan ke kelenteng saat itu sekalian menyaksikan pentas wayang potehi," tutur Silviana.
Berbeda dengan wayang kulit biasa, yang dipentaskan semalam suntuk, pergelaran wayang potehi di Pak Kik Bio berlangsung selama tiga hari. Total dibawakan dalam sembilan sesi. Satu sesi berdurasi 90 menit. (rek)
Editor : Lambertus Hurek