Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Selidiki Warung TKP Pesta Miras Mahasiswa dan Alumni Narotama, Polisi Amankan Barang Ini

Guntur Irianto • Rabu, 10 Januari 2024 | 01:21 WIB
Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara (GUNTUR I/RADAR SURABAYA)
Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara (GUNTUR I/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Polisi masih menyelidiki terkait tiga orang mahasiswa dan alumni Universitas Narotama yang diduga meninggal dunia usai menenggak minuman keras (miras) oplosan.

WAP, warga Bojonegoro, OKM, warga Jalan Kupang Krajan, Surabaya dan RAM, warga Lamongan, tiga korban itu, diketahui pesta miras jenis oplosan di warung samping kampusnya, Kamis malam (4/1).

Kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing dan meninggal dunia pada Jumat (5/1) dan Sabtu (6/1).

Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara mengungkapkan, pihaknya sudah menyelidiki dan mendatangi TKP yaitu warung yang menjual minuman oplosan tersebut.

Pihaknya saat ini sudah mengamankan dan menyita beberapa botol minuman berukuran 600 mililiter dari warung tersebut.

"Kami juga berkoordinasi dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk penyelidikannya," ungkap Made, Selasa (9/1).

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, pihaknya memback up polsek untuk penyelidikan kasus miras mahasiswa lebih lanjut.

Ia mengungkapkan, kasus meninggal dunia karena miras oplosan sudah terjadi dua kali di Surabaya.

"Kami berharap masyarakat agar tidak mengkonsumsi miras oplosan lagi karena efek yang ditimbulkan sangat berbahaya untuk tubuh," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polsek Sukolilo sudah memeriksa satu orang yang diduga sebagai penjual miras dalam kasus miras mahasiswa ini.

Penjual merupakan anak pemilik warung yang tak jauh dari lokasi kampus.

Saat ini pihaknya masih meminta keterangan diduga penjual minuman keras tersebut.

"Kami sudah interogasi terduga penjualnya," kata Made.

Saat ini pihaknya masih menyelidiki terduga penjual miras yang diduga sudah dalam bentuk oplosan.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada warung di lokasi tersebut terkait bahaya miras ini. Ia juga sudah menyita beberapa botol minuman.

"Mereka menyebutnya whisky lokal. Sebanyak 600 mililiter dijual seharga Rp 50 ribu. Itu sudah dalam bentuk oplosan," tuturnya.

Pemilik warung juga mengakui jika ketiga korban sempat pesta miras di lokasi pada Kamis malam (4/1).

Hasil penyelidikan ketiga korban sempat befoto bersama saat pesta miras.

"Kami temukan bukti foto mereka pesta miras. Kami minta masyarakat lebih bisa memilah mana yang berbahaya untuk dikonsumsi atau tidak. Agar hal yang sama tidak terjadi lagi," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga mahasiswa dan alumni Universitas Narotama meregang nyawa setelah minum miras oplosan di sebuah warung dekat kampus mereka, Kamis malam (4/1).

Kematian ketiga korban tidak bersamaan. Melainkan berbeda-beda waktunya, yakni meninggal pada Jumat (5/1) dan Sabtu (6/1) atau satu dan dua hari setelah menenggak miras oplosan. (gun/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Kriminal Hari Ini #pesta miras #kriminal surabaya #mahasiswa #miras oplosan #universitas narotama