RADAR SURABAYA - Kebakaran gudang tiner dan bahan kimia di Jalan Kalianak Nomor 55 Madya, Surabaya, Senin malam (18/12) masih dalam penyelidikan polisi.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus menyelidiki kejadian kebakaran yang membuat enam orang, termasuk pemilik gudang dan istrinya, mengalami luka bakar berat dan ringan.
Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah berada di lokasi dan mensterilkan lokasi kebakaran.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu M Prasetyo mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan penyebab kebakaran gudang tersebut.
Kepolisian masih menunggu Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP di lokasi.
"Besok rencananya Tim Labfor Polda Jatim akan menyelidiki ke lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran ini," ungkapnya, Selasa (19/12).
Selain enam korban karyawan dan pemilik gudang, satu petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya juga menderita luka saat berusaha memadamkan api.
Isi gudang tiner dan zat kimia ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Begitu juga dengan benda berharga lainnya. Tercatat tiga unit mobil pikap dan tiga truk terbakar habis.
Selain itu, ada 11 sepeda motor ikut terbakar di sisi gudang.
Mengenai kerugian, pihak kepolisian masih belum bisa memastikannya.
Hingga saat ini pemilik gudang dan istrinya yang juga menjadi korban masih menjalani perawatan. "Masih kami dalami lagi terkait kerugiannya," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Jalan Kalianak Nomor 55 Madya, Senin malam (18/12).
Sebuah gudang tiner terbakar habis. Kebakaran yang terjadi di PT Global Karya Utama Trans ini membuat gudang beserta seluruh isinya ludes dilalap api.
Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan oleh DPKP Kota Surabaya baru bisa memadamkan api sekitar pukul 03.09.
Nahas, saat kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00, masih ada kegiatan di dalam gudang.
Ini membuat enam orang menjadi korban, termasuk pemilik gudang dan istrinya yang mengalami luka bakar sekitar 80 persen.
Diduga korban terjilat api karena mencoba memadamkan api yang sudah membakar zat kimia menggunakan apar. (gun/opi)
Editor : Nofilawati Anisa