Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PAKAR SEJARAH: Pemkot Surabaya Perlu Cari Dukungan Asing Kembangkan Kawasan Kota Lama

Jay Wijayanto • Kamis, 2 November 2023 | 01:59 WIB

ESTETIKA KOTA LAMA: Jalan Karet dengan penambahan beberapa sarana prasarana yang memperkuat destinasi wisata kota lama. (ISTIMEWA)
ESTETIKA KOTA LAMA: Jalan Karet dengan penambahan beberapa sarana prasarana yang memperkuat destinasi wisata kota lama. (ISTIMEWA)


SURABAYA - Pemkot Surabaya perlu serius menggarap kawasan yang berpotensi wisata. Salah satunya adalah Kampung Peneleh. Destinasi itu menawarkan konsep wisata sejarah yang kuat.

Pendiri dan pakar sejarah dari Komunitas Begandring Soerabaia Kurcarsono Prasetyo mengatakan, kampung wisata itu banyak mendapatkan dukungan. Antara lain dari masyarakat, komunitas, hingga peran pemkot. Tak hanya itu, ada rencana dukungan dari Belanda.

"Kami bersinergi dengan pemkot mendapat pendanaan dari Belanda. Kira-kira awal November ada pihak Belanda yang akan datang ke Surabaya. Jadi untuk Peneleh, ini konkret," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (31/10)

Kendati mendapat banyak dukungan, Kuncar sapaan akrabnya, meminta peran masyarakat untuk proaktif. Artinya warga harus menumbuhkan kesadaran.

Sebab, dia menilai langkah itu lebih efektif. "Dibandingkan hanya mengandalkan pemerintah," ucapnya.

Pihaknya mendorong pemkot untuk membentuk blueprint. Itu terkait pengembangan kawasan jangka panjang. Isinya adalah rencana pengembangan fisik dan non fisik.

"Kalau fisik seperti pembuatan trotoar, lampu jalan, connecting antar destinasi, hingga alat transportasi. Sedangkan non-fisik, termasuk pembangunan SDM di dalamnya. Seperti membuat suvenir, sehingga ada integrasi," katanya.

Kuncar menyebutkan, komunitasnya mengapresiasi kinerja pemkot. Tapi, banyak hal yang harus ditingkatkan dari sisi dalam. Yaitu, soal masyarakat yang mulai peduli terhadap lingkungan yang memiliki nilai.

"Sehingga banyak PR, namun sudah banyak perkembangan. Konsistensi ini memang harus dijaga, kalau enggak dijaga, bisa jadi ruko kemudian hilang ini tempat heritage-nya. Sebagai Kota Sejarah, memang sebaiknya harus dijaga," tegasnya.

Kuncar mengungkapkan ada tantangan yang dihadapi selama mengembangkan wisata berbasis sejarah.

Salah satunya, adalah daya literasi yang kuat. Menurutnya, tanpa literatur yang kuat dan hanya berdasar pada ‘konon katanya; itu tidak cukup ideal sebagai kampung wisata yang memiliki basis sejarah kuat.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengungkapkan, kendati Kota Pahlawan tidak memiliki unsur alam, tapi ada sektor yang masih bisa dikembangkan. Yaitu sektor heritage.

Itu mendominasi dan memiliki potensi kuat. ”Perlu kita create lebih optimal,” paparnya.

Menurutnya, Kota Lama Surabaya menjadi daya tarik wisatawan. Baik dari sisi cerita sejarahnya maupun peninggalan yang masih ada menjadi magnet untuk menarik wisatawan.

“Oleh karenanya pemkot juga tengah fokus mengembangkannya, yakni melalui Suroboyo Kutho Lawas,” pungkasnya. (hil/nur) 

Editor : Jay Wijayanto
#Disbudporapar #surabaya #wisata heritage #Wisata Kota Lama