SURABAYA - Peringatan Hari Anak Nasional 2023 masih berlangsung. Salah satu kegiatannya adalah mengajak anak dari Sekolah Inklusif Aora Wistara, Surabaya. Mereka belajar untuk membuat kue dan roti hingga menjajal wood painting.
Chef Emanuel selaku Food and Beverage Director salah satu hotel di Surabaya Timur mengusung tema Baking Class at Parigie with Teman Tuli. Kegiatan ini bentuk spirit kepedulian pada anak disabilitas. Khususnya penyandang yang tergabung dalam Teman Tuli. "Salah satu anggotanya menjadi orang hebat di sini," ujarnya, Minggu (30/7).
Dia adalah Yonantha Paskharis, Commis Pastry Hotel. Emanuel menjelaskan, dia memandu Teman Tuli dalam kelas itu. Menurutnya, ini adalah hal yang sangat istimewa dan dapat menjadi motivasi untuk anak-anak lain.
"Selama kelas berjalan, Elsa sebagai Demi Chef de Partie mendampingi mereka. Dia andal dalam berkomunikasi dan menerjemahkan bahasa isyarat. Sehingga membantu proses komunikasi mereka," ungkapnya.
Katanya, Yonantha telah bergabung sejak Desember 2022 lalu. Sosoknya menjadi contoh nyata heartist dengan skill mumpuni. Emanuel menilai, Yonantha cukup passionate dan cerdas.
"Hal ini merupakan kebanggaan bagi kami sehingga kami ingin talenta Yonantha di ranah pastry dan bread ini bisa semakin dikenal publik dan semoga bisa menyalurkan semangat kepada adik-adik di depan sini" tuturnya.
Para murid terbagi menjadi dua kelompok. Mereka bergiliran belajar proses pembuatan roti dari awal hingga akhir. Dalam proses ini, Elsa berperan penting dalam menerjemahkan alur yang disampaikan oleh Yonantha. "Kami mengenalkan dahulu tentang bahan-bahan yang diperlukan," jelasnya.
Total prosesnya memerlukan sekitar 2,5 jam. Itu terdiri dari mixing sekitar 30 menit. Sisanya adalah proses molding untuk membentuk adonan dan proofing. "Tujuannya agar kue mengembang natural lalu proses egg. Kemudian memberi topping sesuai selera. Proses terakhir adalah baking sekitar 15-20 menit hingga roti siap disajikan," paparnya.
Sekitar 20 peserta dari Teman Tuli yang antusias mengikuti kegiatan itu. Mereka pun mendapatkan pengalaman seru lain. Yakni, wood painting yang didukung oleh Im Not Trash East.
"Kegiatan ini untuk mengisi waktu menunggu selama proses proofing dan baking. Mereka melukis di atas limbah kayu berkarakter yang tengah booming di media sosial," terang General Manager Hotel David Charles Kalalo.
Salah satu murid dari Aora Wistara, Jason mengungkapkan rasa bahagia dan bangga. Karena baking class itu adalah pengalaman pertamanya. Dia tampak antusias dan cukup serius dalam membuat roti.
"Di sini tadi belajar buat roti dan melukis juga, saya sangat senang dan semoga nanti diadakan lagi ya. Sangat bangga melihat roti-roti buatan saya keluar dengar sangat bagus, rapi dan wangi, ternyata saya berbakat juga," imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto