Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peringati Hari Musik Nasional, Anak Difabel Ikut Unjuk Karya

Administrator • Sabtu, 11 Maret 2023 | 15:20 WIB
BANGUNLAH JIWANYA: Sejumlah anak difabel tampil dalam panggung hiburan Parade Musik Anak dan Disabilitas Indonesia pada peringatan Hari Musik Nasional 2023 di Gedung Cak Durasim. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
BANGUNLAH JIWANYA: Sejumlah anak difabel tampil dalam panggung hiburan Parade Musik Anak dan Disabilitas Indonesia pada peringatan Hari Musik Nasional 2023 di Gedung Cak Durasim. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Momen Hari Musik Nasional menjadi agenda tahunan. Spiritnya untuk menghargai jasa para pahlawan. Sekaligus menumbuhkan nilai nasionalisme dan semangat gotong-royong.

Penggagas Rangkaian Acara Hari Musik Nasional Heri Lentho mengusung tema Ekosistem Musik Nasional Mendorong Merdeka Berbudaya. Ada rangkaian acara dalam Hari Musik Nasional. Salah satunya adalah parade musik anak dan disabilitas. "Puncaknya adalah pagelaran drama musik berjudul Bangunlah Jiwanya," ujarnya, Jumat (10/3).

Kegiatann ini mendorong generasi muda lewat lagu bertema kebangsaan. Menurutnya, bakal menumbuhkan nilai nasionalisme dengan semangat gotong royong. Sehingga dapat meneruskan semangat WR Supratman dan Gombloh. "Khususnya dalam mencintai negeri ini," terangnya.

Terdapat puluhan anak dan disabilitas. Mereka berkolaborasi untuk membawakan beberapa lagu. Anak-anak ini dari kelompok musik tunanetra Istana Karya Difabel hingga mandiri. "Ada juga yang di luar kelompok itu. Semua boleh bergabung," terangnya.

Dia menjelaskan, 9 Maret adalah kelahiran tokoh WR Supratman. Momen Hari Musik Nasional bentuk penghormatan jasa pahlawan nasional. Karena telah gigih berjuang dan menciptakan lagu kebangsaan.

Katanya, perjuangan WR Supratman mewujudkan bangsa yang merdeka melalui lagu cukup luar biasa. Melalui alat musik biola, lagu Indonesia Raya itu lahir. Mahakarya itu menggerakkan pemuda dan aktivis untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Spiritnya masih sama seperti saat itu. Terbukti, anak dan disabilitas pun meriah membawakan lagu. Mereka cukup bersemangat untuk ikut berpartisipasi. "Mereka membawakan beberapa lagu," kata Heri.

Beberapa difabel pun bermain alat musik. Selain itu, parade musik difabel diiringi koreografi. Mereka membawa puluhan bendera merah putih sambil bernyanyi. "Ada juga yang menggunakan pakaian adat daerah," jelasnya.

Salah satu peserta parade musik anak-anak adalah Reva Gabriella Chandra. Usianya 16 tahun, tapi bakatnya patut diacungi jempol.

Dia tidak tergabung dalam kelompok musik itu. Reva bergabung secara mandiri dan sukarela. Porsi bernyanyi cukup banyak. "Dia bernyanyi ketika di Makam WR Supratman dan di Gedung Cak Durasim," ujar ibunya, Yulita Aprilyanti.

Katanya, Reva membawakan tiga lagu. Yakni Di Timur Matahari dinyanyikan saat di Makam WR Supratman. Dua lagu lainnya saat di Gedung Cak Durasim adalah Bawakan Ku Bermimpi dan Tanah Air.

"Tiga kali pertemuan untuk latihan dengan rekan duetnya pemain keyboard. Setiap hari Reva di rumah memang bermain piano. Selain itu juga nyanyi sendiri, jadi siap ketika ada event," imbuhnya. (hil/nur) Editor : Administrator
#Unjuk Karya #hari musik nasional #Anak Difabel