Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berkah Jelang Ramadan, Omzet Pedagang Kurma dan Aksesoris Melonjak

Lambertus Hurek • Sabtu, 4 Maret 2023 | 03:42 WIB
TREN MUSIMAN: Salah satu pegadang kurma yang penjualannya melonjak menjelang bulan Ramadan. (Cendikia Aulia Fauzi)
TREN MUSIMAN: Salah satu pegadang kurma yang penjualannya melonjak menjelang bulan Ramadan. (Cendikia Aulia Fauzi)
SURABAYA - Menjelang bulan Ramadan membawa keuntungan lebih bagi para penjual kurma dan aksesoris yang berada di sekitar Masjid Sunan Ampel. Mereka dapat meraup omzet dua hingga tiga kali lipat.

Salah satu pedagang yang menjual berbagai macam kurma adalah Muhammad Haqqul Yakin. Menurutnya, dirinya sudah berjualan selama 10 tahun. Dia menjual kurma Madinah, Mesir, Libiya, Tunisia, Sukhari, dan lain-lain. "Kurma yang paling banyak peminatnya itu kurma Mesir, karena jenis ini lebih besar dan dagingnya lebih tebal," ujarnya, Jumat (3/3).

Kurma yang dijual oleh Yakin mulai dari harga Rp 30 ribu per kilogram. Semua kurma yang dijual Yakin adalah kurma impor. "Tergantung jenisnya semakin premium semakin mahal, kalau jenis Mesir Rp 60 ribu per kilogram," katanya.

Yakin menegaskan, di luar bulan Ramadan, hanya pada hari Sabtu dan Minggu pembeli kurma meningkat. Namun ketika memasuki bulan Ramadan, setiap hari selalu ramai pembeli. "Mulai bulan Rajab dan Sya'ban penjualan meningkat bisa sampai tiga kali lipat," tuturnya.

Berbeda dengan Ali, 43, salah satu pedagang aksesoris yang sudah 23 tahun berjualan di kawasan ini. Ia juga mengaku penghasilannya meningkat menjelang puasa hingga lebaran. Produk yang dijualnya berupa parfum dan aksesoris seperti tasbih, gelang, kalung, cincin, dan lain-lain. "Yang paling laris ya tasbih sama gelang kaoka," ujarnya.

Tasbih yang dijual mematok harga mulai Rp 10 ribu untuk yang biasa. Sedangkan tasbih jenis kaoka dipatok dengan harga Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu.
Aksesoris yang dijual oleh Ali rata-rata di pasok dari wilayah Kalimantan. "Gelang dan tasbih dari Kalimantan kualitasnya lebih bagus. Kalau parfum saya ambil di daerah sekitar Ampel saja," Jelasnya.

Sama halnya dengan Yakin, Ali juga menuturkan jika menjelang bulan Ramadan omzet yang didapat meningkat. "Mendekati puasa mulai banyak pengunjung, nanti kalau awal puasa mulai sepi, terus ramai lagi waktu malam Nuzulul Quran sampai lebaran," tuturnya.

Ali yang membuka lapak 24 jam mengatakan, jika hari biasa penghasilan yang didapat sebesar Rp 1 juta. Namun, ketika menjelang dan memasuki bulan Ramadan, penghasilan yang didapat bisa dua kali lipat.

"Bulan Ruah ini memang bulan yang banyak dinanti sama pedagang di sini. Kalau menjelang puasa biasa dapat omset Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," tuturnya. (cendikia/chintya/nur) Editor : Lambertus Hurek
#pedagang kurma ampel #wisata religi ampel #ampel jelang ramadan #aksesoris ampel surabaya #jenis kurma di ampel