Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dan jajaran telah memiliki beragam media sosial untuk mendekatkan polisi dan masyarakat. Mulai dari Instagram, Twitter, Facebook, Tiktok, hingga YouTube. Akun-akun medsos tersebut sudah difungsikan untuk menyampaikan informasi ke publik. Baik terkait kinerja polisi, sosialisasi kamtibmas, dan mengkonter berita bohong.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, dinamika perkembangan medsos cukup pesat. Apa yang terjadi di dunia maya bisa mempengaruhi dunia nyata dan sebaliknya. Nah, untuk menghadapi begitu derasnya informasi di media sosial peningkatan sumber daya manusia (SDM) Polri harus selalu ditingkatkan. Terutama dalam mengelola dan memahami dampak positif dan negatif medsos.
"Kemudian pemahaman cara-cara meng-counter (berita hoaks) dan pentingnya kerja sama, koordinasi dengan stake holder lain. Tidak hanya Polri saja yang bisa meng-counter, tapi butuh bantuan dari semua penggiat medsos," ujar Nico, Kamis (30/6).
Alumnus Akpol 1992 ini menuturkan, komunikasi dan kerja sama stake holder dan Polri akan terus dilaksanakan. Apalagi, pada tahun 2024 akan ada agenda pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Tentu sangat penting semua pihak selalu bijak bermedsos.
"Ayo, dijaga Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, ayo dijaga kamtibmas, karena ada pengaruh besar dunia maya ke dunia nyata dan sebaliknya. Sehingga keamanan ketertiban bergantung dunia maya," tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menambahkan, selama ini keberadaan medsos di Polda Jatim dan jajaran sudah dimaksimalkan. Hal itu bertujuan untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat. Seperti saat pers rilis serta kegiatan kepolisian lain akan diisiarkan langsung baik melalui akun medsos Humas Polda Jatim.
Tak hanya itu. Polda Jatim juga menerima masukan dan kritikan yang membangun dari masyarakat lewat medsos. Selain itu, Polda Jatim juga sering membuka nomor hotline aduan terkait masalah-masalah seperti kelangkaan minyak goreng curah.
"Polda Jatim dan jajaran sudah memaksimalkan penggunaan medsos. Baik melalui Instagram, Twitter, Facebook, YouTube, dan lainnya. Selain menyampaikan pesan informasi harkamtibmas, pelayanan, kami juga meng-counter berita hoaks lewat medsos," terangnya.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto juga berpendapat, medsos saat ini dijadikan alat untuk berinteraksi dengan masyarakat. Polri pun membuat command center di setiap Polres bekerja sama dengan forkopimda setempat untuk merespons berbagai hal yang terjadi di masyarakat.
"Transformasi komunikasi melalui medsos ini kami lakukan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sesuai dengan slogan melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," tutur Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto, Kamis (30/6).
HUT Bhayangkara ke-76 ini dijadikan momentum bagi Korps Bhayangkara untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. "Polri harus tampil di medsos secara profesional, menarik, dan mengedukasi masyarakat," jelasnya.
Peran medsos yang sangkat vital membuat polisi perlu menggembleng anggota yang bertugas menjaga medsos Polri. Mereka tidak hanya menginformasikan berbagai hal mengenai kepolisian dan kinerjanya, tapi juga menerima keluhan dan laporan terkait tindak kriminalitas atau gangguan keamanan di masyarakat.
Masyarakat yang melapor melalui platform medsos ini akan ditindaklanjuti baik oleh kepolisian maupun bersama dengan TNI, Satpol PP, hingga Linmas. "Ini menunjukkan Polri dinamis dalam bekerja dan mengikuti perkembangan di masyarakat," ujarnya. (rus/gun/rek) Editor : Administrator