Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Asal Usul Jalan Pacuan Kuda Sejak Zaman Hindia Belanda

Lambertus Hurek • Selasa, 14 Desember 2021 | 03:40 WIB
Kampung yang tempo doeloe jadi arena pacuan kuda di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Kampung yang tempo doeloe jadi arena pacuan kuda di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Kuda memang menjadi transportasi darat pilihan sebelum masuk abad ke-20. Masa itu, kuda menjadi pilihan transportasi sebelum mobil dan kendaran bermotor masuk ke Indonesia. Bahkan ada beberapa tempat di Surabaya yang dijadikan tempat penitipan kuda.

Keberadaan motor atau mobil itu pun bisa dihitung dan mulai pada awal abad ke-20. Harga perawatan mahal, membuat kuda masih menjadi pilihan. Banyaknya masyarakat, terutama penduduk Eropa yang memiliki kuda membuat mereka mulai membuat perlombaan berkuda seperti di Eropa. Pacuan kuda, biasa masyarakat menyebutnya.

Ada dua arena pacuan kuda di Surabaya zaman dulu, yaitu di Sawahan dan Bendul Merisi. Salah satu arena pacuan kuda dulunya berada di Jalan Pacuan Kuda, Sawahan. Sesuai namanya, jalan itu dulunya sebuah aren pacuan kuda. Bentuk jalan itu tak seperti sekarang yang lurus. Dulu berupa tanah lapang melingkar seperti layaknya arena balap berkuda.

"Sekarang jalan menyempit, tidak ada bekas sama sekali jika dulu di sana tempat pacuan kuda," ujar Pegiat Sejarah Surabaya Nur Satriawan.

Ia mengungkapkan, orang Eropa memenuhi arena pacuan kuda ini. Hanya segelintir pribumi yang ikut melihat. Rata-rata pribumi yang ikut hanya golongan ningrat dan saudagar yang memiliki banyak uang. "Di sana mereka berjudi, taruhan kuda sehingga hanya orang tertentu yang bisa ikut," katanya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek
#sejarah jalan pacuan kuda surabaya #pacuan kuda sawahan dan bendul merisi #pacuan kuda surabaya zaman belanda