RADAR SURABAYA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memastikan turnamen bergengsi kawasan Asia Tenggara, FIFA ASEAN Cup, akan digelar pada September hingga Oktober 2026.
Kepastian tersebut diumumkan setelah rapat Dewan FIFA yang berlangsung di Zurich, Swiss, Kamis (19/3).
Keputusan ini sekaligus menegaskan komitmen FIFA dalam mengembangkan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup sendiri pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025 di Malaysia, bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN.
Baca Juga: Penuh Haru, Denada dan Ressa Rizky Rossano Akhirnya Bertemu
Dengan hadirnya turnamen ini, kalender sepak bola Asia Tenggara pada 2026 akan semakin padat.
Selain ASEAN Cup versi FIFA, sebelumnya telah dijadwalkan Kejuaraan ASEAN yang berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Pada ajang tersebut, tim nasional Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Meski demikian, FIFA belum mengungkap secara rinci format dan sistem pertandingan untuk ASEAN Cup 2026. FIFA menyatakan akan melibatkan sejumlah pihak terkait,
termasuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), dalam penyusunan regulasi turnamen.
Di tengah kepastian tersebut, tim nasional Indonesia kini tengah fokus menghadapi FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 27–30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Turnamen ini diikuti oleh empat negara, yakni Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta St Kitts dan Nevis.
Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan agar Tidak Boros Saat Lebaran
Indonesia dijadwalkan menghadapi St Kitts dan Nevis pada laga pembuka, Jumat (27/3) malam. Sementara itu, Bulgaria akan melawan Kepulauan Solomon pada hari yang sama.
Pemenang dari kedua laga tersebut akan bertemu di partai final pada Senin (30/3) malam, sedangkan tim yang kalah akan bersaing memperebutkan posisi ketiga pada sore harinya.
Dengan jadwal kompetisi yang semakin padat, performa dan rotasi pemain akan menjadi kunci bagi tim nasional Indonesia untuk tetap kompetitif di level regional maupun internasional.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan