RADAR SURABAYA – Ruben Amorim akhirnya angkat bicara mengenai kegagalannya selama menangani Manchester United.
Pelatih asal Portugal itu mengakui telah melakukan sejumlah kesalahan yang membuatnya gagal mengangkat performa Setan Merah.
Dalam konferensi pers perdananya sebagai pelatih baru AC Milan, Amorim mengatakan pengalaman selama 14 bulan di Old Trafford menjadi pelajaran paling berharga dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Menurut Amorim, sulit menjelaskan secara rinci kesalahan yang dibuat karena berkaitan dengan banyak faktor yang terjadi selama menangani Manchester United.
"Sulit menjelaskan kesalahan-kesalahan itu karena saya harus menjelaskan seluruh konteks dari petualangan terakhir saya."
"Sulit untuk memaparkan setiap kesalahan kepada Anda. Yang bisa saya katakan adalah saya belajar banyak dan memang melakukan beberapa kesalahan," ujar Amorim.
Pelatih berusia 41 tahun itu juga mengungkapkan penyesalannya karena tidak sempat menyampaikan salam perpisahan kepada para pendukung Manchester United setelah diberhentikan pada Januari 2026.
Ia menegaskan tetap bangga pernah dipercaya melatih salah satu klub terbesar di dunia meski gagal memenuhi ekspektasi.
"Saya tidak memiliki kesempatan, dan saya menyesal karena itu, untuk menyampaikan sesuatu kepada para penggemar Manchester United. Saya sangat bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun pada masa itu."
Amorim menambahkan bahwa pengalaman pahit tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kariernya bersama AC Milan.
"Sekarang ini adalah kisah yang berbeda. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik pada pengalaman sebelumnya, tetapi terkadang memang seperti itu.
Anda harus belajar menemukan jalan yang tepat untuk mencapai level yang berbeda. Itulah cara pandang saya sekarang."
Baca Juga: Arthur Fery Ukir Sejarah, Singkirkan Flavio Cobolli dan Lolos ke Semifinal Wimbledon 2026
Amorim ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada November 2024 menggantikan Erik ten Hag.
Namun, ia gagal membalikkan performa tim yang terpuruk. Pada akhir musim, Manchester United hanya mampu finis di peringkat ke-15 Liga Inggris dan kalah dari Tottenham Hotspur pada final Liga Europa.
Meski ketika dipecat Manchester United berada di posisi keenam klasemen sementara, Amorim tetap mendapat sorotan tajam.
Ia dikritik karena tetap mempertahankan formasi 3-4-3 yang dinilai kurang efektif, serta minim memberi kesempatan kepada pemain akademi.
Mantan pelatih Sporting CP tersebut menegaskan setiap kegagalan selalu menghadirkan pelajaran berharga.
"Semua orang belajar dari pengalaman mereka."
"Saya belajar banyak. Saya memang melakukan beberapa kesalahan. Ada beberapa hal yang akan saya ubah, dan ada juga hal-hal yang tidak akan pernah saya ubah. Namun, saya yakin akan menjadi pelatih yang lebih baik."
Secara statistik, Amorim hanya mampu meraih 25 kemenangan dari 63 pertandingan bersama Manchester United.
Ia juga menelan 23 kekalahan, sementara di Liga Inggris hanya memenangkan 15 dari 47 pertandingan.
Rata-rata perolehan 1,23 poin per laga menjadi yang terendah bagi seorang pelatih Manchester United sepanjang era Liga Inggris.
Kini Amorim memulai lembaran baru setelah resmi menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun sebagai pelatih AC Milan.
Ia menggantikan Massimiliano Allegri dengan harapan mampu mengembalikan Rossoneri bersaing di papan atas Serie A maupun kompetisi Eropa.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan