RADAR SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi meluncurkan buku Sports Intelligence di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Selasa (7/7).
Buku tersebut menjadi panduan strategis dalam membangun sistem pembinaan olahraga nasional berbasis data, teknologi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.
Peluncuran buku ditandai dengan kegiatan bedah buku yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA.
Acara dihadiri jajaran KONI Pusat, akademisi, mahasiswa, serta insan olahraga dari berbagai daerah.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, yang menjadi keynote speaker, menyampaikan apresiasi kepada UNESA atas dukungannya dalam penyelenggaraan peluncuran dan bedah buku tersebut.
"Buku Sports Intelligence ini sebenarnya mulai saya gagas sejak menjabat sebagai Ketua Umum KONI Pusat pada 2019.
Saat itu saya melihat media juga merupakan bagian dari Sports Intelligence karena memiliki jaringan luas dalam menghimpun informasi yang dibutuhkan pembina olahraga," ujar Marciano.
Menurut mantan Kepala BIN periode 2011–2015 itu, gagasan menggabungkan konsep intelijen dengan olahraga melahirkan Bidang Sports Intelligence di KONI Pusat sekaligus buku yang kini menjadi acuan pengembangan olahraga nasional.
"Buku ini bukan sekadar literatur akademik, tetapi menjadi panduan strategis bagi masa depan olahraga prestasi Indonesia," katanya.
Olahraga Modern Ditentukan Data dan Teknologi
Marciano menegaskan, persaingan olahraga modern tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan fisik atlet.
Penguasaan data, informasi, analisis lawan, hingga teknologi menjadi faktor penentu keberhasilan meraih prestasi.
Menurutnya, Sports Intelligence menjadi jembatan antara penerapan sports science, analisis data, AI, dan big data dalam sistem pembinaan atlet Indonesia.
Baca Juga: Bangun Lebih Awal Bantu Atur Aktivitas dan Jaga Kesehatan Mental
"KONI Pusat bersama KONI daerah dan induk organisasi cabang olahraga menjadi tulang punggung operasional dalam implementasi Sports Intelligence di Indonesia," ujarnya.
Ia berharap penerapan konsep tersebut mampu mempercepat terwujudnya target Indonesia Emas sekaligus mendukung Asta Cita keempat Presiden Prabowo.
UNESA Sebut Momentum Peluncuran Sangat Tepat
Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan yang diwakili Wakil Rektor IV Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko menyebut peluncuran buku berlangsung pada momentum yang istimewa.
"Buku ini hadir pada momentum yang tepat, yakni tanggal 7 bulan 7 tahun 2026. Semoga menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, dan seluruh insan olahraga Indonesia," katanya.
Pada kesempatan yang sama, KONI Pusat dan UNESA juga memperbarui kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi pengembangan ilmu keolahragaan.
Buku Tebal 500 Halaman Bahas Strategi Pembinaan Olahraga
Buku Sports Intelligence ditulis oleh Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik.
Buku setebal lebih dari 500 halaman itu terbagi dalam 12 bab yang membahas konsep intelijen olahraga hingga implementasinya dalam pembinaan prestasi.
Ketua Tim Penulis, Eman Sungkowo, menjelaskan bahwa intelijen olahraga merupakan pemanfaatan informasi strategis
agar atlet dan pelatih mampu memahami kekuatan, kelemahan, serta pola permainan lawan secara lebih akurat.
Sementara itu, Syarif Hidayat menekankan bahwa konsep Sports Intelligence harus diterapkan secara bertahap melalui kebijakan yang terukur dan didukung data yang relevan.
Adapun Jerry Indrawan menyoroti pentingnya membangun ekosistem data olahraga nasional yang terintegrasi.
"Data harus dikumpulkan dalam satu sistem. Kementerian Pemuda dan Olahraga membuat kebijakan, KONI menjalankan pembinaan, sedangkan cabang olahraga menjadi ujung tombaknya," jelas Jerry.
Ia juga menegaskan peran strategis KONI daerah dan perguruan tinggi sebagai fondasi pembinaan atlet nasional.
Deklarasi Sports Intelligence Indonesia
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Sports Intelligence Indonesia yang dipimpin Prof. Dr. Nurhasan dan diikuti seluruh peserta, termasuk mahasiswa.
Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk mengimplementasikan Sports Intelligence secara optimal dalam pembinaan olahraga nasional agar mampu meningkatkan daya saing Indonesia di berbagai ajang internasional.
Usai acara, puluhan mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk meminta tanda tangan Marciano Norman pada buku Sports Intelligence yang dibagikan.
Dalam pesannya, Marciano mengajak generasi muda terus belajar dan berkontribusi bagi kemajuan olahraga Indonesia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan