RADAR SURABAYA– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong penguatan kerja sama dengan Arab Saudi di bidang pendidikan, pelayanan haji dan umrah, ekonomi, serta kemanusiaan.
Selain itu, kedua pihak menyoroti pentingnya menjaga persatuan umat Islam dan stabilitas kawasan Timur Tengah di tengah konflik yang terjadi.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).
Pertemuan itu turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah Muhammad Ziyad.
Muhammadiyah Soroti Persatuan Umat Islam
Dalam pertemuan tersebut, Haedar Nashir menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara Muhammadiyah dan Arab Saudi yang telah terjalin sejak lama.
Ia mengapresiasi peran Arab Saudi dalam menjaga dua kota suci umat Islam serta mengembangkan dakwah Islam.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kalahkan Messi, Ballon d’Or 2008 Terbaik Sepanjang Masa
Menurut Haedar, hubungan positif kedua pihak perlu terus dipelihara dan dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi umat Islam.
Haedar juga menyoroti pentingnya persatuan negara-negara Muslim, terutama di kawasan Teluk yang terlibat atau terdampak konflik.
Ia menilai aksi saling menyerang di antara sesama negara Muslim bertentangan dengan prinsip persaudaraan dalam Islam.
Konflik tersebut, lanjutnya, juga berpotensi memperlemah posisi umat Islam di mata dunia internasional.
“Kalau sesama negara Muslim, bangsa Muslim, atau kelompok-kelompok yang ada di bangsa Muslim saling menyerang, hal itu akan menjadi kerapuhan dunia Islam di mata dunia dan negara lain,” ujarnya.
Karena itu, Haedar berharap Arab Saudi terus berperan aktif dalam menjaga persatuan umat Islam dan stabilitas kawasan.
Ia juga mendorong agar pertemuan regional di Timur Tengah menghasilkan langkah konkret untuk meredakan konflik dan memperkuat upaya perdamaian.
Kerja Sama Pendidikan Muhammadiyah dan Arab Saudi
Selain persoalan keamanan kawasan, Muhammadiyah mendorong perluasan kerja sama pendidikan dengan Arab Saudi.
Pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu bidang yang dinilai penting untuk diperkuat.
Haedar berharap program pengembangan akademik di lembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dapat diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Program tersebut antara lain diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan sains bagi guru, dosen, mubalig, serta imam.
Kerja sama pendidikan diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga pendidik dan pengembangan akademik di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Baca Juga: DPRD Jatim Minta Asesmen Kepala Biro BUMD dan BLUD Profesional, Bukan Tim Sukses
Arab Saudi Siap Tingkatkan Kolaborasi
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi Faisal bin Abdullah Al-Amudi menegaskan komitmen negaranya dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, termasuk menjamin perlindungan jemaah haji dan umrah.
Ia juga menyatakan kesiapan Arab Saudi untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan Muhammadiyah melalui berbagai program kolaborasi.
“Hubungan yang sudah terjalin baik tentu akan kita tingkatkan dan kami siap memberikan bantuan dan kerja sama dengan pihak Muhammadiyah dalam memajukan dan memakmurkan umat Islam secara khusus,” ujarnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan Muhammadiyah dan Arab Saudi.
Penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, pelayanan haji dan umrah, kemanusiaan, serta ekonomi diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi umat Islam.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : muhammadiyah.or.id