
RADAR SURABAYA - Lapangan padel menjadi ruang baru bagi para dokter gigi untuk mempererat silaturahmi. Melalui Smash & Smile Padel Tournament Vol. 1, para tenaga medis tersebut bertemu dalam suasana santai, setelah disibukkan rutinitas pekerjaan dan kegiatan ilmiah.
Kegiatan yang dikemas dalam format turnamen tersebut, mempertemukan mahasiswa kedokteran gigi, dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, hingga praktisi senior. Peserta juga datang dari berbagai daerah di luar Surabaya.
Olahraga padel menjadi sarana untuk membangun kebersamaan lintas generasi dan daerah. Tidak sekadar bertanding, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bertemu teman lama, mengenal sejawat baru, serta memperluas jaringan pertemanan.
Baca Juga: Ribuan Pelajar Serbu BSI International Expo, BSI Scholarship 2026 Kembali Hadir Cetak Talenta Unggul
Ketua Panitia Smash & Smile Padel Tournament Vol. 1, drg. Edra Brahmantya Susilo, M.M., Sp.KG, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana berbeda dalam interaksi antarsejawat.
“Dokter gigi selama ini banyak bertemu melalui seminar, workshop, hands-on, maupun kegiatan profesi lainnya. Melalui Smash & Smile Padel Tournament Vol. 1, kami mencoba menghadirkan ruang yang lebih santai untuk berolahraga, bertemu kembali dengan teman lama, mengenal sejawat baru, dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Edra, komunitas dokter gigi juga memiliki hubungan erat dengan berbagai bidang lain. Mulai dari fasilitas kesehatan, teknologi, pendidikan, hingga layanan pendukung.
Namun, melalui turnamen padel ini, interaksi tersebut berlangsung secara lebih alami. Para peserta dapat berkenalan dan membangun hubungan tanpa harus memulai pembicaraan dari urusan pekerjaan atau bisnis.
Nilai kebersamaan dalam turnamen tersebut juga menarik perhatian Septian Cahyakurnia, pelaku usaha konstruksi yang cukup sering bersinggungan dengan pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan.
Pengalaman tersebut membuat Septian melihat profesi dokter gigi tidak hanya dari sisi fasilitas atau bangunan tempat mereka bekerja. Di balik sebuah klinik, terdapat dokter, tim, dan komunitas yang menjadi penggerak utama pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Tangkap Komplotan Curanmor Beraksi di 20 TKP Surabaya Raya, Bawa Pistol Dompis hingga Jimat
“Kami melihat bahwa di balik setiap klinik ada dokter, tim, dan komunitas yang menghidupkannya. Karena itu, menarik sekali ketika para dokter gigi bisa bertemu dalam suasana yang berbeda, bukan sedang bekerja atau mengikuti kegiatan ilmiah, tetapi berolahraga, bersilaturahmi, dan membangun kebersamaan,” ungkap Septian.



