Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencari Ruang Santai dari Rutinitas lewat Olahraga Padel

A
Penulis: Andy Satria❯
PERERAT SILATURAHMI: Ketua Panitia Smash & Smile Padel Tournament, Edra Brahmantya (kanan), memberikan sambutan sebelum digelarnya turnamen Padel antar dokter gigi. (IST/RADAR SURABAYA)
PERERAT SILATURAHMI: Ketua Panitia Smash & Smile Padel Tournament, Edra Brahmantya (kanan), memberikan sambutan sebelum digelarnya turnamen Padel antar dokter gigi. (IST/RADAR SURABAYA)

Advertisement

RADAR SURABAYA - Lapangan padel menjadi ruang baru bagi para dokter gigi untuk mempererat silaturahmi. Melalui Smash & Smile Padel Tournament Vol. 1, para tenaga medis tersebut bertemu dalam suasana santai, setelah disibukkan rutinitas pekerjaan dan kegiatan ilmiah.

Kegiatan yang dikemas dalam format turnamen tersebut, mempertemukan mahasiswa kedokteran gigi, dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, hingga praktisi senior. Peserta juga datang dari berbagai daerah di luar Surabaya.

Olahraga padel menjadi sarana untuk membangun kebersamaan lintas generasi dan daerah. Tidak sekadar bertanding, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bertemu teman lama, mengenal sejawat baru, serta memperluas jaringan pertemanan.

Ketua Panitia Smash & Smile Padel Tournament Vol. 1, drg. Edra Brahmantya Susilo, M.M., Sp.KG, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana berbeda dalam interaksi antarsejawat.

“Dokter gigi selama ini banyak bertemu melalui seminar, workshop, hands-on, maupun kegiatan profesi lainnya. Melalui Smash & Smile Padel Tournament Vol. 1, kami mencoba menghadirkan ruang yang lebih santai untuk berolahraga, bertemu kembali dengan teman lama, mengenal sejawat baru, dan membangun kebersamaan,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Edra, komunitas dokter gigi juga memiliki hubungan erat dengan berbagai bidang lain. Mulai dari fasilitas kesehatan, teknologi, pendidikan, hingga layanan pendukung.

Namun, melalui turnamen padel ini, interaksi tersebut berlangsung secara lebih alami. Para peserta dapat berkenalan dan membangun hubungan tanpa harus memulai pembicaraan dari urusan pekerjaan atau bisnis.

Nilai kebersamaan dalam turnamen tersebut juga menarik perhatian Septian Cahyakurnia, pelaku usaha konstruksi yang cukup sering bersinggungan dengan pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan.

Pengalaman tersebut membuat Septian melihat profesi dokter gigi tidak hanya dari sisi fasilitas atau bangunan tempat mereka bekerja. Di balik sebuah klinik, terdapat dokter, tim, dan komunitas yang menjadi penggerak utama pelayanan kesehatan.

“Kami melihat bahwa di balik setiap klinik ada dokter, tim, dan komunitas yang menghidupkannya. Karena itu, menarik sekali ketika para dokter gigi bisa bertemu dalam suasana yang berbeda, bukan sedang bekerja atau mengikuti kegiatan ilmiah, tetapi berolahraga, bersilaturahmi, dan membangun kebersamaan,” ungkap Septian.

Advertisement
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya

Artikel Terkait

BRI Gandeng Luca Padel, Perkuat Komunitas Padel Surabaya

BRI Gandeng Luca Padel, Perkuat Komunitas Padel Surabaya

BRI Region 12 Surabaya melalui BO Sidoarjo menggandeng Luca Padel untuk mengembangkan komunitas padel lewat turnamen Luca All Star 2026.

Surabaya Punya 100 Venue Padel, Jadi Andalan Jawa Timur

Surabaya Punya 100 Venue Padel, Jadi Andalan Jawa Timur

Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Surabaya Rian Septrianto mengatakan, perkembangan fasilitas padel di Kota Pahlawan berlangsung pesat. Saat ini terdapat lebih dari 100 venue padel di Surabaya. Setiap venu

Bukan Sekadar Olahraga, Padel di Surabaya Jadi Ajang Membangun Relasi Bisnis

Bukan Sekadar Olahraga, Padel di Surabaya Jadi Ajang Membangun Relasi Bisnis

Padel di Surabaya kian populer dengan lebih dari 100 venue. Olahraga ini menjadi gaya hidup, ajang relasi bisnis, dan persiapan menuju Porprov 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer