RADAR SURABAYA – Jemaah haji asal Embarkasi Surabaya akan langsung diberangkatkan menuju Makkah setibanya di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan arus kedatangan jemaah haji gelombang kedua dari berbagai negara.
Langkah tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan pihak maskapai.
Embarkasi Surabaya sendiri tercatat sebagai penyumbang jemaah terbesar di Indonesia, sehingga membutuhkan penanganan khusus agar proses kedatangan berjalan lancar.
Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa sistem koordinasi penerbangan haji tahun ini telah berjalan secara terintegrasi dan real time.
Data keberangkatan dan kedatangan pesawat langsung terhubung dengan otoritas bandara dan tim operasional di Jeddah.
“Setiap pergerakan pesawat dari Surabaya langsung terpantau. Tanpa menunggu konfirmasi manual, pihak di Jeddah sudah mengetahui jadwal kedatangan secara otomatis,” ujar Yusuf, Kamis (14/5).
Ia mengakui bahwa lonjakan jemaah dari berbagai negara berpotensi menimbulkan kepadatan di Bandara Jeddah.
Namun, pihak maskapai dan otoritas terkait telah menyiapkan jalur pelayanan khusus, termasuk penugasan staf pendamping dari Indonesia.
Petugas tersebut akan mengawal jemaah sejak turun dari pesawat hingga naik ke bus yang langsung membawa mereka ke Makkah untuk menjalankan umrah wajib.
“Begitu tiba, jemaah langsung diarahkan ke jalur khusus dan didampingi hingga masuk ke bus. Ini untuk mempercepat proses dan menghindari penumpukan,” jelasnya.
Selain itu, pihak maskapai juga memastikan ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) tetap terjaga.
Baca Juga: Pendaftaran Ditutup 25 Mei, Penyembelihan Hewan Kurban di RPH Surabaya Diserbu Warga
Regulasi penerbangan Arab Saudi menetapkan batas ketat, di mana pesawat tidak boleh berangkat lebih awal atau terlambat lebih dari lima menit dari jadwal.
Menurut Yusuf, hingga saat ini kinerja ketepatan waktu Saudia masih sangat baik. Keterlambatan yang terjadi hanya berkisar tiga menit dan disebabkan oleh kepadatan lalu lintas udara, bukan faktor teknis maskapai.
“Mayoritas penerbangan berjalan sesuai jadwal. Jika pun ada keterlambatan, skalanya sangat kecil,” katanya.
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyebutkan bahwa hingga kloter ke-86 seluruh penerbangan berjalan tepat waktu tanpa kendala berarti.
Ia juga mengingatkan jemaah gelombang kedua untuk mempersiapkan perlengkapan ihram sejak di dalam pesawat.
Hal ini penting karena setibanya di Jeddah, jemaah akan langsung menuju Makkah tanpa transit panjang.
“Kain ihram harus dibawa di tas kabin agar bisa langsung digunakan. Jemaah tidak punya banyak waktu karena langsung diberangkatkan ke Makkah,” ujarnya.
Terkait lokasi miqat, pemerintah mengikuti ketetapan otoritas Arab Saudi yang menetapkan Jeddah sebagai titik miqat.
Kebijakan ini dinilai lebih pasti mengingat sulitnya menentukan batas miqat saat pesawat berada di udara.
Di sisi lain, Anam mengapresiasi kedisiplinan jemaah asal Jawa Timur yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Bahkan, hal tersebut mendapat pengakuan dari otoritas Arab Saudi.
“Kedisiplinan jemaah Jawa Timur menjadi contoh bagi daerah lain. Ini menjadi kebanggaan tersendiri,” tandasnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan