RADAR SURABAYA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut wacana pemotongan gaji menteri masih akan dibahas dalam rapat pekan depan. Menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Teddy menyebut wacana tersebut masih akan didiskusikan lebih lanjut.
"Jadi, intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini," ucap Teddy di Jakarta, Selasa (7/4).
Baca Juga: Jatim Siaga Kekeringan, Puncak El Nino Diprediksi Agustus
Dia menegaskan belum terdapat keputusan apa pun mengenai rencana pemotongan gaji menteri tersebut. "Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apa pun," kata Teddy.
Teddy lalu mengarahkan agar wartawan bertanya kepada pihak yang pertama kali mengemukakannya wacana tersebut. "Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu?" kata Teddy.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak mempermasalahkan wacana pemotongan gaji menteri. Namun, dia masih menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau (pemotongan gaji) DPR saya enggak tahu. Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa," kata Purbaya.
Purbaya memperkirakan besaran pemotongan gaji menteri tersebut berkisar 25 persen. "Kayaknya 25 persen deh," ujar dia.
Dalam kesempatan berbeda, Purbaya mengatakan pihaknya akan menetapkan persentase pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga secara langsung sebagai langkah efisiensi penggunaan APBN di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan," ujar Purbaya. (ara)
Editor : Lambertus Hurek