RADAR SURABAYA — Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil meraih kemenangan penting saat menghadapi Medan Falcons Tirta Bhagasasi dalam lanjutan Proliga 2026.
Bermain di GOR Ken Arok, Kota Malang, Sabtu (7/2) malam, Bhayangkara Presisi menutup laga dengan kemenangan tiga set langsung 3-0 (25-20, 27-25, 26-24).
Meski menang tanpa kehilangan set, Bhayangkara Presisi harus bekerja keras menghadapi perlawanan sengit Medan Falcons, terutama pada set kedua dan ketiga yang berlangsung ketat hingga poin-poin krusial.
Pelatih Bhayangkara Presisi, Riedel Toiran, mengungkapkan bahwa pertandingan ini dimanfaatkan untuk menguji kedalaman skuad dengan memberi kesempatan tampil kepada para pemain lokal. Sementara itu, pemain asing sengaja diistirahatkan karena laga masih berada di fase reguler.
“Kami mencoba pemain lokal yang ada, sementara pemain asing disimpan. Ini masih babak reguler,” ujar Riedel usai pertandingan.
Strategi rotasi pemain tersebut, menurut Riedel, penting untuk melihat kesiapan seluruh pemain dalam menghadapi atmosfer kompetisi yang semakin ketat menjelang fase penentuan.
“Kalau sudah masuk final four, kami tidak akan mencoba lagi,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto, menilai timnya kehilangan banyak poin akibat lemahnya receive dan kurang maksimalnya serangan balik. Kesalahan-kesalahan tersebut membuat peluang mencetak poin kerap terbuang.
“Saat umpan free ball, setter yang berada di depan seharusnya bisa memanfaatkan, tetapi belum mampu mengarahkan bola ke titik terlemah Bhayangkara,” kata Ariyanto.
Meski menelan kekalahan, Ariyanto tetap optimistis Medan Falcons masih memiliki peluang untuk lolos ke final four Proliga 2026, meskipun peluang tersebut cukup kecil.
“Tentunya kami akan tetap berusaha,” ujarnya.
Dengan kemenangan ini, Jakarta Bhayangkara Presisi mengoleksi total 10 poin dan menempati peringkat kedua klasemen sementara Proliga 2026, berada di bawah Jakarta Lavani Livin’ Mandiri yang memimpin dengan 18 poin.
Sementara itu, Medan Falcons Tirta Bhagasasi masih tertahan di posisi kelima atau terakhir klasemen dengan raihan satu poin dari rangkaian pertandingan yang telah dijalani.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan