RADAR SURABAYA – Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Surabaya resmi memasuki babak baru. Frans Tagore terpilih sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) PABSI Surabaya periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Gedung KONI Surabaya, Kamis (5/2).
Terpilihnya Frans Tagore menjadi simbol kebangkitan PABSI Surabaya setelah sempat mengalami masa vakum selama beberapa tahun.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan prestasi angkat besi Surabaya, yang tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Usai terpilih, Frans menegaskan komitmennya untuk kembali menggairahkan pembinaan atlet angkat besi di Kota Pahlawan.
Menurutnya, Surabaya sebagai ibu kota provinsi memiliki fasilitas olahraga yang sangat memadai untuk mencetak atlet-atlet berprestasi.
“Surabaya sebagai ibu kota provinsi harus mampu melahirkan atlet. Fasilitasnya lengkap, tinggal bagaimana pembinaannya dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Frans.
Ia mengungkapkan bahwa Surabaya sejatinya memiliki sejarah prestasi di cabang olahraga angkat besi.
Namun, lemahnya sistem pembinaan membuat regenerasi atlet tidak berjalan optimal sehingga prestasi perlahan menurun.
Dalam waktu dekat, Pengkot PABSI Surabaya di bawah kepemimpinan Frans akan memfokuskan persiapan atlet untuk menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun ini.
Kejurprov tersebut akan menjadi ajang pemanasan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Pada Porprov Jatim 2027, PABSI Surabaya memasang target cukup ambisius. Frans menargetkan minimal lima medali emas dapat disumbangkan untuk Kota Surabaya.
“Target kami minimal lima medali emas. Kami akan terus berkoordinasi dan mohon dukungan fasilitas dari KONI Surabaya agar target tersebut bisa terealisasi,” tegasnya.
Baca Juga: BNNP Jatim Akan Lakukan Rehab Pemilik Tempat Hiburan Malam di Surabaya dan Temannya
Sementara itu, Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, menyambut positif terpilihnya kepengurusan baru PABSI Surabaya.
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghidupkan kembali roda organisasi sekaligus memperkuat pembinaan atlet angkat besi secara berkelanjutan.
Dengan pembinaan yang berjalan optimal, Arderio optimistis PABSI Surabaya dapat berkontribusi signifikan dalam mendukung target 250 medali emas yang dicanangkan Pemerintah Kota Surabaya.
“Kami mohon bantuan PABSI Surabaya untuk memenuhi target wali kota 250 emas. Kepercayaan diri dengan target minimal enam emas dari PABSI membuat KONI Surabaya semakin optimistis,” ujarnya.
Arderio juga menilai dukungan dari PABSI Jawa Timur menjadi modal penting bagi kebangkitan angkat besi Surabaya.
Ia optimistis, dengan semangat baru dan dukungan semua pihak, organisasi dan pembinaan atlet PABSI Surabaya akan berjalan lebih baik ke depan.
“Semoga masa vakum PABSI Surabaya menjadi pelajaran berharga. Ke depan, PABSI Surabaya diharapkan bisa berkembang lebih baik dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. (sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan