Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Positif Super Flu, Seorang Pasien RS Hasan Sadikin Bandung Meninggal

Nurista Purnamasari • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:28 WIB

 

Seorang pasien yang terkonfirmasi positif super flu di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung meninggal dunia.
Seorang pasien yang terkonfirmasi positif super flu di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung meninggal dunia.

RADAR SURABAYA - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengonfirmasi satu pasien meninggal dunia saat menjalani perawatan akibat super flu atau influenza A H3N2 subclade K.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena super flu disebut memiliki gejala lebih berat dibanding flu biasa.

Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan pasien yang meninggal memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid, sehingga penyebab kematian tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan super flu.

Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSHS Bandung, dr. Yovita Hartantri, menjelaskan bahwa sepanjang September hingga November 2025, RSHS menangani 10 pasien dengan gejala super flu. Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.

“Apakah itu langsung disebabkan oleh virus super flu, kita tidak bisa menyatakan karena pasien punya komorbid yang banyak,” ujar dr. Yovita dalam konferensi pers di Bandung, Kamis (8/1).

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung, dr. Iwan Abdul Rachman, menambahkan bahwa super flu bukanlah virus baru, melainkan varian influenza musiman dengan gejala lebih berat.

“Kami mengimbau masyarakat tidak panik dengan berkembangnya super flu. Virus influenza A H3N2 subclade K ini tidak berbeda jauh dengan influenza biasa, meskipun gejalanya lebih berat,” jelas Iwan.

Super flu diketahui disebabkan oleh virus Influenza A tipe H3N2. Gejalanya mirip flu biasa, namun lebih berat, seperti demam tinggi, nyeri otot, batuk, dan kelelahan ekstrem.

Kasus yang ditangani RSHS meliputi pasien dengan usia beragam, mulai dari bayi 9 bulan hingga orang dewasa berusia 60 tahun.

Pihak RSHS menegaskan telah menyiapkan prosedur penanganan khusus bagi pasien super flu, termasuk isolasi dan pemantauan intensif.

Masyarakat yang mengalami gejala flu berat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Stabilitas penanganan tetap kami jaga. Masyarakat yang mengalami gejala flu berat jangan menunda untuk berobat,” tegas dr. Iwan.

Kasus kematian pasien super flu di RSHS Bandung menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap influenza musiman yang bisa bergejala berat. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Komorbid #rumah sakit hasan sadikin #Super Flu #bandung #pasien meninggal