Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program CKG Perluas Kesehatan Berkualitas, Deteksi Penyakit Sejak Dini

M
Penulis: Mus Purmadani❯
BERDAMPAK: Program CGK yang diselenggarakan pemerintah diharapkan bisa lakukan deteksi dini penyakit di masyarakat. (IST/RADAR SURABAYA)
BERDAMPAK: Program CGK yang diselenggarakan pemerintah diharapkan bisa lakukan deteksi dini penyakit di masyarakat. (IST/RADAR SURABAYA)

Advertisement

RADAR SURABAYA – Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan berkualitas sekaligus meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit di masyarakat.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius.

“Target kita di 2026 bukan hanya melakukan cek kesehatan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar sehat. Bukan hanya pemeriksaannya yang gratis, pencegahan dan penanganannya juga gratis,” ujar Budi, Jumat (8/5). 

Penguatan program CKG dilakukan melalui perluasan layanan ke berbagai sektor, mulai dari fasilitas kesehatan, sekolah, hingga lingkungan kerja agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Menurut Budi, banyak penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung sering kali baru diketahui setelah kondisi pasien memburuk. Karena itu, deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko komplikasi.

“Kalau ditemukan lebih awal, biaya pengobatannya lebih murah dan kemungkinan sembuhnya jauh lebih tinggi,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menyebut pemerintah saat ini terus mendorong perubahan paradigma layanan kesehatan dari kuratif menjadi preventif.

Ia mengatakan masyarakat perlu dibiasakan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala agar potensi penyakit dapat diketahui lebih cepat dan ditangani sebelum berkembang lebih parah.

“Mencegah itu lebih penting daripada mengobati. Ini bagian dari upaya untuk mendeteksi sakit, diketahui sedini mungkin,” ujar Pratikno.

Selain memperluas layanan pemeriksaan, pemerintah memastikan hasil skrining masyarakat tidak berhenti pada tahap pendataan, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan dan penanganan medis sesuai kebutuhan pasien.

Advertisement
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya

Artikel Terkait

Cahyo Harjo Prakoso Apresiasi Kinerja Presiden Prabowo, Program Kesehatan, Pendidikan, dan Sosial Harus Tepat Sasaran

Cahyo Harjo Prakoso Apresiasi Kinerja Presiden Prabowo, Program Kesehatan, Pendidikan, dan Sosial Harus Tepat Sasaran

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengapresiasi laporan kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Jumat (14/8).

Program Polisi Jogo Sekolah Cegah Bullying hingga Narkoba Sejak Dini

Program Polisi Jogo Sekolah Cegah Bullying hingga Narkoba Sejak Dini

Dinas Pendidikan (Dindik)Jawa Timur bersama Polda Jatim memperkuat upaya pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkoba, tawuran antarpelajar hingga kejahatan siber melalui program Polisi Jogo Sekolah.

Tekan Risiko Penyalahgunaan Narkoba, BNN Kota Surabaya Perkuat Program SALAM

Tekan Risiko Penyalahgunaan Narkoba, BNN Kota Surabaya Perkuat Program SALAM

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya memperkuat program SALAM (Skrining Anak Dalam Masalah) dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan tenaga profesional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer