RADAR SURABAYA - Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar, Bali sejak Kamis (8/1) pagi hingga siang hari, mengakibatkan sejumlah titik di ibu kota Provinsi Bali tergenang banjir.
Genangan air terjadi di kawasan Sanur, Renon, Sumerta Kelod, Dauh Puri Kauh, Panjer, hingga Serangan.
Sanur menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan air masuk ke rumah warga dan akomodasi wisata. Kondisi ini menambah daftar panjang dampak cuaca ekstrem yang belakangan melanda Bali.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Denpasar, hujan deras sejak pagi membuat air menggenang di berbagai ruas jalan.
Di Sanur, Jalan Bumiayu dan Jalan Danau Tamblingan terendam hingga air masuk ke Villa The Pavilions Bali.
Jalan Pungutan juga menjadi titik lain yang terdampak. Di Jalan Tukad Irawadi, air bahkan masuk ke rumah warga karena posisi bangunan lebih rendah dari jalan.
Kepala Unit Pengendalian Darurat Pusat Pengendalian Operasi (KAUPD Pusdalops) BPBD Kota Denpasar, Made Antara, menyebutkan titik banjir meliputi Jalan Raya Puputan, Jalan Tantular, Jalan Tukad Bilok, Jalan Tukad Balian, Jalan Merdeka, Jalan Juanda Karta Wijaya, Jalan Pulau Misol, Jalan Tukad Irawati, dan Jalan Tukad Pancoran.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Sanur memang menjadi titik paling parah karena daerah tersebut dulunya sawah dan merupakan kawasan resapan. Posisi tanah yang rendah membuat air sulit surut,” jelasnya.
Warga Sanur, Made Adnyana, yang juga anggota tim teknis BPBD Bali, mengatakan kondisi banjir semakin buruk sejak Desember 2025. Selain warga, bisnis akomodasi di Sanur juga terdampak.
“Kalau air laut pasang dan hujan deras, surutnya lama. Sanur memang paling rawan karena posisinya rendah,” ujarnya.
Di Jalan Tukad Batanghari, genangan air membuat kendaraan melintas lebih lambat. Warga seperti Winda, penjual nasi boks, mengaku dagangannya terpaksa ditutup karena sepi pembeli.
“Paginya ramai, tapi begitu air naik, tidak ada lagi yang beli. Dagangan terpaksa ditutup,” ungkapnya.
Pedagang kelontong di lokasi juga menyebut air sempat naik hingga teras warung, meski kemudian cepat surut.
Dinas PUPR Kota Denpasar bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) telah turun ke lokasi banjir untuk melakukan penyedotan air.
Air dialirkan ke Pantai Karang setelah hujan berhenti dan air laut surut agar genangan tidak kembali ke kawasan rendah.
Sementara itu, wilayah Jimbaran diterjang angin kencang pada Kamis (8/1). Terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan sejumlah kafe di wilayah Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, mengalami kerusakan.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang tersebut.
“Kerusakan yang terjadi bersifat materiil. Situasi di lokasi aman dan terkendali,” ujarnya. (cnn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari