Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Semarang, 16 Penumpang Meninggal, Diduga Tak Laik Jalan

Nurista Purnamasari • Senin, 22 Desember 2025 | 22:51 WIB
Kondisi Bus PO Cahaya Trans yang kecelakaan di Semarang dan menewaskan 16 orang.
Kondisi Bus PO Cahaya Trans yang kecelakaan di Semarang dan menewaskan 16 orang.

RADAR SURABAYA - Kecelakaan yang melibatkan armada bus seperti tak ada hentinya. Kali ini kecelakaan bus terjadi di Semarang dan memakan korban belasan orang.

Tragedi kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari, menewaskan 16 orang dan melukai 18 lainnya.

Bus dengan rute Bogor–Yogyakarta itu terguling setelah melaju kencang dan menabrak pembatas jalan.

Kepala Kantor SAR Semarang, Deden Ridwansah, menyebut proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi bus rusak parah.

“Tim SAR gabungan menemukan 15 korban meninggal di lokasi dan satu korban meninggal di rumah sakit. Sebanyak 18 penumpang lainnya mengalami luka-luka,” ujar Deden.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.45 WIB ketika bus bernomor polisi B 77201 IV melaju di tikungan tajam simpang susun Exit Tol Krapyak. Bus tiba-tiba miring lalu menabrak pembatas jalan hingga terguling.

Seorang kernet, Robi Sugianto, 51, yang selamat, mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kecelakaan.

“Bus tiba-tiba miring dan menabrak pembatas. Saya hanya ingat benturan keras, lalu banyak penumpang terlempar,” kata Robi di RSUD Tugurejo.

Awalnya korban meninggal dilaporkan sebanyak 15 orang yang meninggal di lokasi. Kemudian satu korban meninggal di rumah sakit.

Selain itu, 18 orang luka-luka dengan kondisi beragam, sebagian dirawat di RSUP dr Kariadi dan RSUD Tugurejo.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, membenarkan penambahan korban meninggal. "Korban meninggal 16 orang, 15 disemayamkan di RS Kariadi, 1 orang di RSUD Tugu," kata Ribut.

Mengenai sopir bus, Ribut menyampaikan bahwa yang bersangkutan saat ini sedang diperiksa di Mapolrestabes Semarang dan dalam kondisi selamat.

Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut ini. Ribut menambahkan, sopir yang mengemudi saat kejadian adalah sopir cadangan.

Daftar Korban Meninggal

1. Sadimin, 57, warga Bantengan, Kelurahan Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.
2. Srihono, 53, warga Gatak, Kelurahan Pidingan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.
3. Listiana, 44, warga Dosaran, Kelurahan Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
4. Sugimo, 62, warga Gotakan, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
5. Haryadin, 43, warga Jalan Raya Condet, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
6. Mutiara Citra Dwi Purwita, 19, warga Kebur Lor, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
7. Saguh, 62, warga Kampung Jati Parung, Kelurahan Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
8. Wahyu Eko Utomo, 26, warga Sikepan, Kelurahan Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
9. Ngatiyem, 48, warga Metuk, Kelurahan Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.
10. Erna Peny Hartari, 53, warga Kampung Bojong Tengah, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Ranca Bungur, Kota Bogor.
11. Yanto, 47, warga Dosaran, Kelurahan Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
12. Anis Munandar, 36, warga Gotakan, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
13. Noviani, 31, warga Kampung Bojong Hilir, Kelurahan Bojong, Kecamatan Kemang, Kota Bogor.
14. Anih, 56, warga Kampung Lebakwangi, Kelurahan Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
15. Dwi Rahayu, 47, warga Cluster Lestari Ciputat, Jalan Swadaya Ujung, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
16. Endah, 48, (meninggal di RS), warga Kebur Lor, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman (meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit).

Penyebab Kecelakaan

Investigasi Kementerian Perhubungan mengungkap bus PO Cahaya Trans tidak laik jalan berdasarkan hasil ramp check pada 9 Desember 2025. Bus tetap beroperasi meski dinyatakan tidak memenuhi standar keselamatan.

Selain itu, faktor kecepatan tinggi di tikungan tajam dan sopir yang baru dua kali menjalani rute Bogor–Yogyakarta diduga memperparah kecelakaan.

“Bus melaju kencang dan diduga hilang kendali. Kami imbau operator memastikan kelaikan kendaraan sebelum beroperasi,” tegas pejabat Kemenhub.

Kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Semarang menjadi peringatan keras soal keselamatan transportasi darat.

“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar tragedi serupa tidak terulang. Keselamatan penumpang harus jadi prioritas,” pungkas perwakilan Kemenhub. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kecelakaan bus #bus terguling #semarang #PO Cahaya Trans #tak laik jalan #penumpang meninggal #tol krapyak