Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Liga Nusantara: Persebata Lembata Takluk 0-1 dari Persekabpas Pasuruan meski Unggul Jumlah Pemain

Lambertus Hurek • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:49 WIB

 

Pertandingan sepak bola Liga Nusantara Persebata Lembata vs Persekabpas Pasuruan di Lapangan Thor Surabaya. (IST)
Pertandingan sepak bola Liga Nusantara Persebata Lembata vs Persekabpas Pasuruan di Lapangan Thor Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Persebata Lembata harus menelan kekalahan 0-1 dari Persekabpas Pasuruan dalam lanjutan Liga Nusantara Grup D di Lapangan Thor Surabaya, Selasa (9/12) sore. Satu-satunya gol tercipta pada menit ke-24 oleh Edy Wardan.

Ironisnya, Persekabpas bermain dengan 10 orang selama sekitar 30 menit. Namun, Persebata gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Sejumlah peluang emas tercipta, terutama dari striker debutan asal NTT, tetapi penyelesaian akhir masih belum mampu menembus gawang lawan.

Hasil ini membuat Persekabpas semakin kokoh di puncak klasemen dengan torehan sempurna: tiga kemenangan dari tiga laga. Sementara itu, Persebata hanya mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan, hasil sekali seri dan dua kali kalah.

Penampilan Persebata meningkat signifikan di babak kedua. Mereka tampil spartan dengan tekanan tinggi dan intensitas yang lebih terjaga. Bisa dibilang, ini adalah babak terbaik Persebata sepanjang gelaran Liga Nusantara musim ini.

Andai performa seperti ini muncul sejak laga-laga awal, situasinya mungkin berbeda. Serangan terbuka mereka menghasilkan banyak peluang, tetapi ketidaktajaman di lini depan tetap menjadi pekerjaan rumah besar. Masalah penyelesaian akhir tidak hanya menimpa satu penyerang, tetapi hampir seluruh pemain yang mendapat kesempatan.

Dari sisi pertahanan, gol Persekabpas seharusnya bisa diantisipasi lebih baik. Pemain yang paling dekat dengan bola terlihat enggan melakukan lompatan untuk menghalau sundulan Edy Wardan.

Saat unggul jumlah pemain, Persebata sebenarnya bisa bermain lebih efektif dengan pola satu-dua sentuhan dan menjaga jarak antarlini tetap rapat. Dengan begitu, bola sapuan lawan memiliki peluang besar dimanfaatkan menjadi kesempatan mencetak gol. Namun transisi ini belum berjalan maksimal.

Kekalahan ini menjadi alarm penting bagi Persebata. Evaluasi mendalam perlu dilakukan, terutama dalam menentukan starting eleven yang lebih konsisten. Lini tengah yang menjadi poros permainan juga harus menemukan kombinasi terbaik untuk mengalirkan bola dan menjaga ritme tim.

"Persebata dituntut bangkit. Masih ada laga tersisa untuk memperbaiki posisi. Semangat harus tetap terjaga untuk tampil lebih kuat pada pertandingan berikutnya," kata Making pendukung Persebata. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#persekabpas #liga nusantara #persekabpas pasuruan #Persebata Lembata #Lapangan Thor