Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kisah Toleransi di Balik Ramainya Pernak-pernik Natal di Pasar Atom Surabaya

Rahmat Sudrajat • Jumat, 28 November 2025 | 23:14 WIB
Para pengunjung saat membeli ornamen natal di Pasar Atom Surabaya.
Para pengunjung saat membeli ornamen natal di Pasar Atom Surabaya.

RADAR SURABAYA – Mendekati Desember, suasana Natal mulai terasa di berbagai sudut Kota Surabaya.

Salah satu pusat keramaian yang menjadi magnet pengunjung adalah Pasar Atom, yang setiap tahun berubah menjadi lokasi favorit berburu pernak-pernik Natal.

Lampu warna-warni, boneka Sinterklas, hingga pohon cemara buatan memenuhi etalase toko-toko, menghadirkan atmosfer meriah bagi siapa pun yang melintas.

Namun, di tengah hiruk-pikuk belanja Natal, terselip kisah toleransi yang menghangatkan hati.

Sulaiman: Membeli Dekorasi Natal untuk Saudara Kristen

Di antara kerumunan pembeli, tampak Sulaiman—seorang Muslim—yang tengah memilih boneka Sinterklas dan lampu hias.

Ia datang bukan untuk merayakan Natal, melainkan untuk membelikan dekorasi bagi saudaranya yang beragama Kristen.

“Beli untuk keluarga. Kita saling menghormati karena tujuan agama juga sama, untuk kebaikan. Jadi kalau mereka baik, kita juga harus baik kepada mereka,” ujar Sulaiman, Jumat (28/11).

Sudah menjadi tradisi, setiap tahun ia membeli pernak-pernik Natal sebagai bentuk penghormatan. Sebaliknya, keluarganya yang Kristen juga selalu memberikan bingkisan saat Idulfitri.

“Tahun lalu saya beli pohon cemara dan aksesori. Tiap tahun ganti-ganti,” lanjutnya.
Sulaiman bahkan berencana berkunjung ke rumah saudaranya saat Natal untuk mengucapkan selamat.

“Keluarga kami majemuk, ada yang Kristen. Jadi keluarga Pancasila,” tambahnya.

Tren Pernak-pernik Natal: Warna Pink Jadi Favorit

Dari sisi penjual, suasana peningkatan permintaan mulai terasa sejak Oktober. Sujani, pemilik toko Sentosa Florist, mengungkapkan bahwa tren dekorasi tahun ini mengalami perubahan yang cukup unik.

“Lebih banyak yang cari warna pink. Biasanya kan merah dan hijau yang paling laris. Tahun ini seleranya berbeda,” jelas Sujani.

Ia menambahkan, produk bertema Santa Claus, keramik, dan figur rusa menjadi yang paling diminati. Harga dekorasi bervariasi, mulai Rp100 ribu hingga Rp20 juta, khusus untuk pohon Natal ukuran besar.

Pesanan tidak hanya datang dari Surabaya.
“Banyak dari luar pulau seperti Papua, Ambon, NTT. Kalau dari Jawa Timur, Surabaya tetap yang paling ramai,” ujarnya.

Pasar Atom, Pusat Belanja Natal yang Kian Populer

Dengan ragam pilihan dekorasi dan suasana meriah, Pasar Atom semakin menguatkan posisinya sebagai destinasi utama belanja Natal di Surabaya.

Pengunjung datang bukan hanya untuk membeli, tetapi juga menikmati suasana hangat yang tercipta dari interaksi pedagang dan pembeli.

Di antara gemerlap lampu dan ornamen berwarna pink, kisah-kisah kecil tentang kebersamaan dan toleransi menjadikan momen ini semakin bermakna.

Pasar Atom bukan sekadar pusat belanja, tetapi ruang di mana keberagaman tumbuh tanpa sekat.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pernak-pernik #Pasar Atom #natal