Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekolah Disegel, 111 Siswa SDN 2 Tamberu Pamekasan Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 22 Oktober 2025 | 01:21 WIB
Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan digelar di emperan rumah warga, akibat sekolah mereka disegel oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.
Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan digelar di emperan rumah warga, akibat sekolah mereka disegel oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

RADAR SURABAYA – Kasus penyegelan sekolah kembali terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Sebanyak 111 siswa SD Negeri 2 Tamberu kini terpaksa menjalani kegiatan belajar di rumah warga dan tenda darurat setelah sekolah mereka disegel oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Mohammad Alwi, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi sejak Minggu (19/10/2025).

Penyegelan dilakukan oleh Ach. Rasyidi, yang mengklaim sebagai ahli waris pemilik lahan tempat sekolah berdiri.

 “Selain belajar di rumah warga, sebagian siswa juga belajar di tenda darurat penanggulangan bencana. Ini kami lakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” ujar Alwi, Selasa (21/10).

Penyegelan Terulang karena Ganti Rugi Belum Tuntas

Menurut Alwi, penyegelan ini bukan yang pertama kali dilakukan. Pada Juni 2024, pihak yang sama juga pernah menutup akses sekolah tersebut.

Saat itu, segel dibuka setelah Pemerintah Kabupaten Pamekasan berjanji memberikan ganti rugi atas lahan yang ditempati sekolah.

Namun hingga kini, proses penyelesaian ganti rugi belum juga rampung sehingga pemilik lahan kembali melakukan penyegelan.

Akibatnya, seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar itu harus dipindahkan sementara ke lokasi lain.

 “Kami memahami keresahan warga, tetapi kami juga harus memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi. Karena itu, kami menyiapkan tenda dan rumah warga sebagai alternatif ruang belajar,” jelasnya.

Pemerintah Upayakan Mediasi dan Solusi Permanen

Pihak Disdikbud Pamekasan telah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan solusi terbaik. Alwi menyebut, langkah mediasi dengan pemilik lahan sedang diupayakan agar penyegelan segera dibuka dan proses belajar bisa kembali normal.

 “Kami berharap ada jalan tengah. Anak-anak harus tetap sekolah, dan persoalan lahan ini harus segera diselesaikan secara hukum dan administratif,” tegasnya.

Dampak Sosial: Anak-Anak Tetap Semangat Belajar

Meski dalam keterbatasan, para siswa SDN 2 Tamberu tetap menunjukkan semangat belajar tinggi.

Beberapa orang tua bahkan menyediakan ruang tamu mereka untuk dijadikan tempat belajar sementara.

“Kami kasihan melihat anak-anak belajar di tenda. Tapi apa boleh buat, kami ingin mereka tetap belajar,” ujar salah satu warga setempat.

Pemerintah daerah berharap penyelesaian sengketa lahan ini dapat segera terealisasi agar aktivitas pendidikan di SDN 2 Tamberu bisa kembali berlangsung seperti sedia kala.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#penyegelan sekolah #Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan #Disdikbud #Kabupaten Pamekasan #pamekasan