RADAR SURABAYA – Suhu udara di Surabaya pada Senin (23/9) tercatat mencapai 37 derajat celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk mewaspadai cuaca panas yang masih akan berlangsung hingga Oktober 2025 mendatang.
Kondisi ini dipicu oleh posisi matahari yang hampir sejajar dengan garis khatulistiwa serta musim pancaroba. Pada periode pancaroba, biasanya pagi hingga siang cerah, namun menjelang sore kerap turun hujan deras secara tiba-tiba dengan durasi singkat dan tidak merata.
Selain itu, fenomena yang dikenal masyarakat sebagai "hari tanpa bayangan" juga terjadi. Saat matahari tepat berada di atas kepala, bayangan tubuh seolah menghilang karena tertumpuk oleh badan kita sendiri.
BMKG menjelaskan, gejala panas ekstrem ini bertepatan dengan peristiwa ekuinoks September. Ekuinoks adalah momen ketika matahari melintasi ekuator langit dari utara ke selatan. Fenomena ini terjadi setiap tahun pada 22–24 September. Tahun ini, ekuinoks berlangsung pada 23 September 2025 pukul 01.19 WIB.
Baca Juga: Hadapi Dewa United, Persebaya Surabaya Diperkuat Kembali oleh Francisco Rivera
“Ekuinoks membuat durasi siang dan malam hampir sama panjang. Saat matahari berada di sekitar ekuator, radiasi sinar matahari terasa lebih terik di wilayah tropis, termasuk Indonesia,” kata BMKG dalam keterangan resminya.
Kondisi serupa tidak hanya dialami Jawa Timur, tetapi juga hampir seluruh wilayah Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih, menghindari aktivitas fisik berlebihan di bawah terik matahari, serta mewaspadai perubahan cuaca mendadak khas musim pancaroba. (*)
Editor : Lambertus Hurek