Surabaya – Istilah anarko kerap muncul dalam diskursus politik maupun gerakan sosial. Namun, tidak jarang istilah ini disamakan dengan anarki, anarkis, atau anarkisme. Padahal, keempatnya memiliki makna berbeda.
Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat tidak salah kaprah dalam menggunakan istilah, terutama ketika membicarakan kondisi, perilaku, atau paham politik yang berkaitan dengan kebebasan, perlawanan terhadap otoritas dan wacana sosial.
Asal-Usul Anarkisme
Anarkisme merupakan aliran pemikiran politik yang lahir dari perlawanan terhadap penindasan. Mengutip laman UMSU, paham ini berkembang pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 di Eropa dan Amerika Utara, sebagai reaksi atas kesenjangan sosial dan ketidakadilan ekonomi.
Anarkisme terlibat dalam berbagai pergerakan besar, mulai dari isu perburuhan, hak-hak perempuan, penolakan perang, hingga perjuangan hak sipil. Meski kerap diasosiasikan dengan kekacauan, anarkisme sejatinya menawarkan visi masyarakat yang bebas, setara dan adil tanpa dominasi negara maupun hierarki menindas.
Prinsip-prinsip utama anarkisme antara lain.
Kebebasan individu, hak setiap orang mengatur hidupnya sendiri.
Kemandirian, keyakinan bahwa masyarakat mampu mengelola diri tanpa kontrol eksternal. Penolakan otoritas, menolak struktur kekuasaan yang menindas.
Solidaritas, kerja sama sebagai dasar membangun keadilan sosial.
Otonomi, kebebasan kelompok atau individu mengambil keputusan sendiri.
Swakelola. pengelolaan sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan.
Perbedaan Istilah yang Sering Tertukar
Anarki. Menurut KBBI, berarti ketiadaan pemerintahan, hukum, atau aturan. Berasal dari bahasa Yunani an (tidak) dan archos (pemimpin).
Anarkis, individu atau kelompok yang menganut serta memperjuangkan anarkisme.
Anarko, istilah populer di kalangan gerakan sosial, tidak tercatat di KBBI. Biasanya merujuk pada praktik atau gaya hidup terinspirasi anarkisme, seperti anarko punk pada 1970-an.
Baca Juga: Delpedro Marhaen Ditetapkan Sebagai Tersangka, Diduga Hasut Aksi Anarkis Libatkan Pelajar
Anarkisme, paham politik yang menolak kekuasaan negara dan menekankan kebebasan serta kesetaraan individu.
Selama ini, istilah anarki dan anarko sering dilekatkan pada aksi kekerasan atau kerusuhan. Padahal, dalam teori, anarkisme justru menolak kekerasan dan menekankan perdamaian.
Dengan memahami perbedaan keempat istilah tersebut, masyarakat dapat menilai isu politik dan sosial secara lebih jernih tanpa terjebak pada stigma yang menyesatkan. (dwi/gab/fir)
Editor : M Firman Syah