Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral Kasus Balita Meninggal, Mensos Gus Ipul Gerak Cepat Pemutakhiran Data Warga Miskin

Muhammad Firman Syah • Senin, 25 Agustus 2025 | 14:06 WIB
Seorang Balita di Sukabumi meninggal dunia usai di perutnya terdapat banyak cacing.
Seorang Balita di Sukabumi meninggal dunia usai di perutnya terdapat banyak cacing.

Radar Surabaya – Tragedi meninggalnya RY, balita asal Sukabumi yang tubuhnya dipenuhi cacing, menjadi tamparan keras bagi pemerintah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan peristiwa memilukan itu harus dijadikan alarm penting tentang urgensi pemutakhiran data warga miskin dan rentan agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih cermat dalam menyisir warga yang benar-benar membutuhkan perlindungan serta jaminan sosial,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Minggu (24/8).

Ia mengakui masih banyak warga yang belum tercatat dalam sistem, baik di Dukcapil maupun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS). Karena itu, ia mengajak masyarakat, pemerintah daerah, hingga perangkat desa untuk bersama-sama terlibat dalam proses pemutakhiran data.

Kementerian Sosial telah menurunkan tim ke Sukabumi untuk melakukan asesmen terhadap keluarga korban. Dua kakak-beradik RY kini tengah diproses untuk mendapatkan pendampingan dari Sentra Kemensos di wilayah setempat.

Menurut Gus Ipul, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga aparat desa dan RT/RW sangat menentukan akurasi data warga miskin dan rentan. Dengan basis data yang valid, intervensi sosial dapat diberikan lebih cepat sekaligus menghindari kasus serupa terulang.

“Kita harus benar-benar bekerja sama dengan pemerintah daerah, terutama di tingkat desa dan RT/RW, agar data yang dihasilkan valid. Dengan begitu, langkah intervensi bisa lebih efektif,” tegasnya.

Sebelumnya, RY, balita asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia pada 22 Juli 2025. Bocah malang berusia tiga tahun itu dirawat di RSUD R Syamsudin SH dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing. Tim dokter berhasil mengeluarkan hampir satu kilogram cacing dari tubuhnya, namun nyawa RY tak tertolong.

Kasus ini menyedot perhatian publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga turun tangan memberikan perhatian khusus terhadap penanganannya. (dta/fir)

Editor : M Firman Syah
#miskin #kemensos #meninggal dunia #DTKS #balita