Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dua Pemuda Gaza Palestina Pilih Unair Surabaya untuk Pendidikan Spesialis Kedokteran di Tengah Konflik, Berharap Bisa Atasi Krisis Dokter

Rahmat Sudrajat • Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:37 WIB
Dua mahasiswa baru FK Unair Surabaya asal Gaza Palestina. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Dua mahasiswa baru FK Unair Surabaya asal Gaza Palestina. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Di tengah konflik yang masih berkecamuk di Gaza, Palestina, dua pemuda asal wilayah tersebut menunjukkan semangat pantang menyerah dengan menempuh pendidikan spesialis kedokteran di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Tekad mereka lahir dari pengalaman hidup di tengah kondisi peperangan yang terus melanda tanah kelahiran mereka.

Pada Jumat (8/8), Unair Surabaya resmi mengukuhkan 1.433 mahasiswa baru dari berbagai program studi, termasuk program pendidikan dokter spesialis. Di antara ribuan mahasiswa tersebut, terdapat dua pemuda asal Palestina yang memilih Unair sebagai tempat menimba ilmu, dengan misi kemanusiaan untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan di negara asal mereka.

Salah satu mahasiswa, Ibrahim M. Abusalem, yang mengambil program Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, mengungkapkan alasannya memilih Indonesia dan Unair.
"Merupakan kehormatan bagi saya bisa berada di sini. Alhamdulillah, ada profesor dan dokter yang sangat baik, siap membantu, mengajar, dan membimbing saya," ujar Ibrahim.

Ia berharap, setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, ia bisa kembali ke Gaza untuk membantu masyarakat yang masih berada di tengah konflik berkepanjangan.

"Harapan saya setelah lulus bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi, tetapi agar bisa kembali ke negara saya dan membantu masyarakat di sana," imbuhnya.

Ibrahim juga menambahkan bahwa ia merasa sangat didukung oleh pihak universitas, yang membuatnya yakin telah memilih tempat belajar yang tepat.

Sementara itu, Ahmed Eliaan Shaker Abuajwa, yang mengambil program Spesialis Ilmu Bedah Saraf, mengakui bahwa keputusannya menempuh studi di Surabaya merupakan sebuah pengorbanan besar.

"Motivasi terbesar saya adalah kesempatan belajar di salah satu pusat pendidikan terbaik di Indonesia di bidang bedah saraf. Ini merupakan kebanggaan besar bagi saya untuk bisa mendalami ilmu kedokteran di bidang ini," tutur Ahmed.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Gaza sangat kekurangan dokter, khususnya spesialis bedah saraf.

"Di tempat kami sangat kekurangan tenaga ahli bedah saraf," ujarnya. Meskipun memiliki peluang untuk belajar di universitas lain, Ahmed tetap memilih Unair sebagai tempatnya menempuh pendidikan lanjutan.

Kondisi di Gaza hingga kini masih sangat memprihatinkan akibat serangan militer Israel. Serangan udara dan darat telah menewaskan puluhan ribu orang, menyebabkan jutaan warga mengungsi, menghancurkan infrastruktur secara luas, serta memicu krisis kelaparan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#fakultas kedokteran #Mahasiswa Palestina di Indonesia #gaza palestina #mahasiswa FK Unair asal Gaza #universitas airlangga