RADAR SURABAYA - Pemerintah terus melakukan pengawasan pada kendaraan over dimension and over loading (ODOL). Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta pengawasan ketat terhadap pelanggaran tersebut.
Dilansir dari Antara, BHS begitu pria ini kerap disapa meminta Unit Pelaksana Penimpangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Trosobo, Sidoarjo, terus memantau kendaraan ODOL.
"Kita menginginkan transportasi yang aman dan tidak menyebabkan dampak berbahaya terhadap lingkungan lainnya," katanya dikutip dari Antara, Selasa (5/8).
Ia menjelaskan truk yang kelebihan muatan dapat menyebabkan kendaraan tidak dapat berjalan dengan kecepatan yang ditentukan, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
"Banyak sekali korban yang jatuh akibat truk kelebihan muatan, termasuk anggota DPR RI," katanya.
BHS sapaan akrabnya menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap truk yang kelebihan muatan.
"Kita harus bisa memahami bersama bahwa aturan-aturan itu harus segera dilaksanakan dengan baik," katanya.
Dirinya juga memberikan dukungan kepada petugas UPPKB dengan menyediakan sarana-prasarana yang memadai."Saya membantu 10 kasur lipat, seprei, bantal, dan guling untuk mereka," katanya.(ant/gun)
Editor : Guntur Irianto