RADAR SURABAYA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ekonom senior sekaligus tokoh nasional Kwik Kian Gie. Prabowo menyebut kepergian Kwik sebagai kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo usai melayat ke rumah duka di Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (30/7) siang. Ia datang secara langsung untuk memberikan penghormatan terakhir.
"Ya, saya datang hanya untuk menghormati, berbelasungkawa. Pak Kwik adalah tokoh bangsa yang sangat berjasa," ujar Prabowo kepada wartawan.
Menurut Prabowo, pemikiran-pemikiran almarhum selama ini dikenal konsisten membela dan mempertahankan ekonomi nasional. Ia menilai bangsa Indonesia telah kehilangan sosok luar biasa yang sangat peduli terhadap kepentingan negeri.
Tak hanya sebagai tokoh publik, Prabowo juga mengenang hubungan pribadinya dengan Kwik. Ia menyebut Kwik kerap memberikan nasihat dan masukan, bahkan masih sempat mengirim pesan singkat beberapa hari sebelum wafat.
"Saya merasa dekat sama beliau. Beliau banyak kasih nasihat ke saya. Bahkan beberapa hari lalu pun masih mengirim WA, memberi saran-saran," kenangnya.
Prabowo pun menegaskan bahwa kepergian Kwik Kian Gie merupakan duka besar bagi Indonesia. "Saya kira itu yang bisa saya sampaikan. Indonesia kehilangan putra terbaik," tutupnya.
Kwik Kian Gie wafat pada Rabu pagi dalam usia 90 tahun. Ia dikenal sebagai ekonom nasionalis yang pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Tokoh kelahiran Pati, Jawa Tengah itu dikenal luas sebagai pemikir ekonomi yang teguh pada prinsipnya dan vokal dalam menyuarakan kepentingan rakyat. (*)
Editor : Lambertus Hurek