Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Keluarga Besar Pramugari Indonesia Somasi Alvin Lim atas Dugaan Fitnah Profesi

Jay Wijayanto • Jumat, 27 Desember 2024 | 00:09 WIB
Konferensi pers Keluarga Besar Pramugari Indonesia yang mensomasi Alvin Lim digelar di Jakarta Selatan (foto kanan) dan Alvin Lim saat melecehkan profesi Pramugari di Youtubenya (foto kiri).
Konferensi pers Keluarga Besar Pramugari Indonesia yang mensomasi Alvin Lim digelar di Jakarta Selatan (foto kanan) dan Alvin Lim saat melecehkan profesi Pramugari di Youtubenya (foto kiri).

RADAR SURABAYA – Keluarga Besar Pramugari Indonesia melayangkan somasi kepada Alvin Lim, seorang advokat sekaligus pemilik kanal YouTube "Question TV," terkait pernyataannya yang dianggap mencemarkan nama baik profesi pramugari.

Pernyataan kontroversial Alvin Lim dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya menyebut bahwa “kebanyakan pramugari menyambi sebagai pelac*r” pada menit ke-12:50 hingga menit ke-13:10.

Somasi ini disampaikan oleh Yosefin, seorang pramugari yang kini juga menjabat sebagai advokat, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (25/12).

Dalam konpers tersebut, turut hadir Febri Ayu, pramugari senior, serta Adlina Amalja Bakhri SH MH yang mewakili kuasa hukum Keluarga Besar Pramugari Indonesia.

Yosefin menjelaskan bahwa pernyataan Alvin Lim tidak hanya merusak citra pramugari sebagai profesi, tetapi juga mencemarkan martabat perempuan yang bekerja di industri penerbangan.

“Kami merasa profesi pramugari dilecehkan. Pernyataan tersebut jelas merupakan penghinaan terhadap profesi kami. Kami telah mengirim somasi kepada Alvin Lim dan pemilik akun YouTube ‘Question TV’ untuk segera meminta maaf secara terbuka di lima media nasional dan menghapus video tersebut dalam waktu 2×24 jam,” tegas Yosefin.

Dalam kesempatan yang sama, Febri Ayu memaparkan bahwa profesi pramugari memerlukan pendidikan khusus dan kompetensi yang diakui oleh Kementerian Perhubungan.

Ia menjelaskan bahwa tugas pramugari tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga memastikan keselamatan penerbangan serta menangani berbagai situasi darurat.

“Pramugari bekerja tanpa mengenal hari libur, termasuk pada momen seperti Natal dan Tahun Baru. Kami mengorbankan waktu bersama keluarga demi memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” kata Febri.

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan tentang pekerjaan sampingan yang tidak pantas merupakan fitnah yang sangat merugikan citra pramugari.

Tidak hanya pramugari di Indonesia, pernyataan Alvin Lim ini juga sampai ke telinga rekan profesi yang bekerja di luar negeri. Banyak yang merasa dirugikan, baik secara profesional maupun pribadi.

Lia Bakrie, kuasa hukum yang turut mendampingi Keluarga Besar Pramugari Indonesia mengungkapkan bahwa beberapa pramugari harus menjelaskan kepada keluarga mereka bahwa pernyataan Alvin Lim tidak benar.

“Ada pramugari yang harus menjelaskan kepada keluarganya bahwa apa yang disampaikan Alvin Lim tidak benar. Bahkan, ada orang tua yang merasa malu dan terluka mendengar berita ini,” jelas Lia.

Lebih jauh, Yosefin menegaskan bahwa jika Alvin Lim tidak menunjukkan itikad baik dalam waktu 2×24 jam dengan meminta maaf secara terbuka dan menghapus video tersebut, maka Keluarga Besar Pramugari Indonesia akan menempuh jalur hukum.

“Kami telah mengidentifikasi bukti-bukti yang cukup untuk melaporkan kasus ini sebagai tindak pidana pencemaran nama baik dan ujaran kebencian,” tambah Yosefin.

Langkah hukum ini diharapkan menjadi pelajaran agar tidak ada lagi pihak yang merendahkan profesi pramugari di kemudian hari.

“Kami adalah perempuan-perempuan yang bekerja keras demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Kami tidak akan diam ketika martabat kami dilecehkan,” pungkas Yosefin.

Sebelumnya Alvin Lim diketahui juga dilaporkan oleh mantan pramugari yang kini menjadi penggiat sosial, Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi, ke Polda Metro Jaya dan Komnas Perempuan. Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik.

Hal ini terkait ucapan Alvin Lim yang menuduh Novi memiliki pekerjaan sampingan sebagai pekerja seks komersial (PSK) saat dia masih menjadi pramugari. 

Pengacara Agus Salim, korban penyiraman air keras yang pernah dibantu Novi, itu merasa janggal karena Novi yang dulu hanya bekerja sebagai pramugari bisa mendirikan sebuah yayasan untuk merawat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan beberapa anak asuh. 

Bahkan, Alvin Lim juga mempertanyakan bagaimana Novi bisa membeli barang mewah dan properti mahal. Novi pun melapor ke Polda Metro Jaya karena merasa kehormatan dan martabatnya direndahkan oleh pengacara tersebut. (aul/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#keluarga besar pramugari indonesia #agus salim #pratiwi noviyanthi #Alvin Lim #pramugari