Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bocah 8 Tahun di Makassar Tewas Usai Terseret Arus Drainase saat Bermain Air Hujan

Jay Wijayanto • Rabu, 11 Desember 2024 | 23:40 WIB
Kondisi saluran drainase saat dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian Tamalanrea dan korban saat dievakuasi oleh warga.
Kondisi saluran drainase saat dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian Tamalanrea dan korban saat dievakuasi oleh warga.

RADAR SURABAYA–Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun bernama Maghfirah Annisa ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus drainase di Kampung Bontoa, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (10/12).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Makassar, Hendra Hakamuddin menjelaskan kronologi insiden tersebut. Kejadian tersebut bermula saat korban bermain bersama kakak dan temannya di saluran drainase dekat rumahnya sekitar pukul 09.30 WITA.

Saat itu, kondisi saluran drainase di dekat rumah korban tengah meluap karena habis hujan. Ketika sedang bermain, korban diduga terpleset saat mencoba melompat dari satu sisi drainase ke sisi lainnya dan terjatuh ke dalam aliran air yang deras itu.

“Kakaknya segera meminta bantuan warga sekitar. Warga berusaha membuka plat-plat yang menutupi drainase untuk mencari korban,” jelas Hendra.

Korban akhirnya ditemukan oleh seorang warga yang sudah menunggu di ujung drainase yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian. Namun sayang, korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Sementara itu, Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa proses pencarian korban memakan waktu 45 menit setelah korban terbawa arus deras drainase. Yusuf bersama anggotanya telah mengunjungi rumah duka setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Korban terbawa arus usai terjatuh di drainase. Setelah (dinyatakan meninggal) langsung dibawa ke rumah korban,” Kata Yusuf.

Jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Bontoa Selatan, Kecamatan Tamalanrea.

Yusuf menghimbau masyarakat untuk segera melapor jika ada titik yang dianggap rawan. Di antaranya seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. “Mari bersama menjaga kamtibmas, antisipasi bahaya banjir, pohon tumbang dan tanah longsor di wilayah Tamalanrea atau bisa menghubungi nomor 082145941110,” katanya

Hujan lebat dapat menyebabkan saluran air meluap dan menjadi banjir, begitu juga dengan arus yang semakin kencang menjadi resiko yang berbahaya bagi anak-anak yang bermain di sekitar arus deras. (ken/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#tamalanrea #drainase #makassar #air hujan #Bocah Tenggelam