Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Amir Burhannudin, Putra Kiai Asal Tuban yang Kini jadi CEO Deltras Sidoarjo

M Saiful Rohman • Senin, 1 Januari 2024 | 16:48 WIB
CEO Deltras Sidoarjo Amir Burhanuddin yang berambisi tembus Liga 1 di musim depan.
CEO Deltras Sidoarjo Amir Burhanuddin yang berambisi tembus Liga 1 di musim depan.

AMIR Burhannudin adalah putra dari Kiai Munawar Zaini, seorang ulama asal Bancar Kabupaten Tuban. Ia merupakan tokoh penggerak sepak bola asal Kota Bumi Wali.

Amir yang terlahir pada 8 Maret 1979 itu menghabiskan masa mudanya di pinggiran desa di Tuban. Ia menamatkan SD dan SMP di Desa Bancar serta di SMA Negeri 2 Tuban. Sebagai anak desa ia tak sedikitpun merasakan hiruk pikuknya kota metropolitan. Hingga tiba waktunya lulus SMA ia memberanikan diri untuk melanjutkan studinya di Surabaya.

Apa yang ia lakukan adalah pilihan hidup dan kemauanya sendiri. Sebagai anak yang berasal dari desa ia banyak dikhawatirkan oleh orang tuanya. Meski begitu ia tetap bertekad untuk tetap dapat merantau dari Tuban ke Surabaya.

“Orang tua dulu saya bilang, kamu laki-laki, kalau kamu punya tekad sekolah ke kota ya silahkan berangkat,” cerita Amir Burhannudin.

Kendati demikian ia mendapatkan pesan agar tak melupakan segala sesuatu yang ada di desa. Sebab desa menjadi tanah muara dirinya menginjak kaki pertama. Pada 1997 ia berangkat ke Surabaya.

Tujuan utamanya adalah dapat kuliah di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Akan tetapi ia gagal karena tak lolos seleksi ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Karena gagal kemudian ia lebih memilih melanjutkan kuliah di perguruan tinggi swasta, yakni Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Ia menjadi mahasiswa baru ITATS pada masa transisi era reformasi. Tak canggung ia pun ikut turun dalam segala aksi pada 1998.

Pada tahun 2000 ia terpilih menjadi Presiden Mahasiswa ITATS. Saat itu ia merasa berada di puncak belajar. Sehingga ia kemudian mendaftar sebagai mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Merdeka Surabaya.

“Jadi di tahun tersebut saya kuliah di dua kampus,” ujar Amir Burhannudin .

Fakultas hukum ia pilih karena di tahun itu kampus ITATS terjadi banyak gejolak. Terdapat dinamika permasalahan antara yayasan, keluarga, mahasiswa dan yang lainnya. Hal tersebut yang mendasari dirinya mengambil keilmuan hukum.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan yang terbaik. Keputusan itu pula yang membuat dirinya menjadi saat ini.

Amir berhasil menyelesaikan tanggung jawab akademiknya pada tahun 2004. Usai dari situ ia kemudian mengikuti pendidikan profesi pengacara selama satu tahun. Lalu pada tahun 2006 ia ujian advokat dan dinyatakan lulus.

Ia lalu menjalani profesi magang di kantor advokat hingga pada tahun 2008 ia disumpah dan benar-benar menjadi pengacara secara penuh. Dari dunia hukum itulah menjadi titik awal Amir berjejaring dengan banyak tokoh.

Kecintaannya pada sepakbola membawanya sukses memimpin klub kebanggaan warga Sidoarjo, Deltras FC, yang kini berjuang di Liga 2 untuk menembus Liga 1 Indonesia. (sai/vga)

Editor : Jay Wijayanto
#person of the year #Deltras FC #Amir Burhanuddin