Dengan begitu, masih tersisa tujuh orang penumpang yang masih dinyatakan hilang. “Sekarang sedang dalam proses pencarian," kata Hari Adi Purnomo.
Hari menjelaskan perahu yang merupakan alat transportasi penyeberangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, tersebut terbalik akibat arus yang sangat deras pada sekitar pukul 08.30. Perahu tersebut selain mengangkut penumpang juga memuat sejumlah sepeda motor.
Kantor SAR Surabaya merilis penumpang yang selamat adalah Mujianto (30), Arif Dwi Setiawan (39), Budi (24), Nofi Andi Susanto (29), Tasmiatun Nikmah (33), Abdul Hadi (9), Abdulloh Yantim (3), Matsarmuji (56). Adapun empat korban selamat lainnya adalah warga Bojonegoro, masing-masing Aab, Hafid, Adin, dan pengemudi perahu Mardiani.
Sementara korban yang belum ditemukan itu, lima orang warga Bojonegoro, masing-masing Kasian, Erma, Azilla, Dian, dan Sutri. Seorang korban lagi yang belum ditemukan terdata sebagai warga Rembang, Jawa Tengah, bernama Toro.
Hari memastikan proses pencarian masih terus berlangsung, dibantu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, serta tim SAR dari Pemadam Kebakaran setempat, selain dibantu oleh warga sekitar.
"Tim SAR sudah berangkat ke lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Proses pencarian menggunakan peralatan lengkap, seperti rescue carrier vehicle, water rescue, serta masing-masing personel dilengkapi alat komunikasi," ujarnya.
Belum ditemukannya sejumlah korban tenggelamnya perahu tambang dari Kecamatan Rengel, Tuban, menuju Desa Semambung, Kanor, Bojonegoro, direspons cepat BPBD Jatim. Usai menerima laporan kejadian, Rabu (3/11), Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu pencarian korban hilang di sekitar lokasi kejadian aliran Sungai Bengawan Solo.
Sebanyak tujuh personel TRC BPBD Jatim langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan dilengkapi dua unit perahu karet dan 3 unit alat penyelam. Personel TRC BPBD di lokasi kejadian akan melakukan asesmen dan berkordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro, masyarakat, dan perangkat desa setempat.
Berdasar laporan kejadian, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Perahu penambang yang nahas itu dikemudikan Kasian, 60, dan Mardiani dengan jumlah penumpang yang masih belum teridentifikasi. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek