Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bagaimana Mengetahui Gangguan Penglihatan Anak?

Lambertus Hurek • Senin, 20 November 2017 | 15:00 WIB
Gangguan mata anak
Gangguan mata anak

Oleh dr. Yulianti Kuswandari, Sp.M.


 


 Pemeliharaan kesehatan mata sebaiknya dilakukan pada usia yang sangat dini. Kebanyakan bayi saat dilahirkan tidak mempunyai masalah penglihatan, tetapi bukan tidak mungkin sejalan dengan proses tumbuh kembangnya dapat mengalami gangguan penglihatan.


Ketika mengalami gangguan penglihatan anak-anak mempunyai keluhan dan tanda yang sama dengan orang dewasa. Kebanyakan dari mereka tidak menyadarinya. Banyak anak yang tidak mengetahui kalau penglihatan buram merupakan suatu kelainan. Banyak anak didiagnosa mengalami gangguan penglihatan ketika mereka menginjak usia sekolah ketika mulai kesulitan membaca. Sebenarnya anak ini sudah mengalami gangguan penglihatan sebelum usia sekolah.



Tanda Awal Keterlambatan Perkembangan Penglihatan



Usia 3 Bulan


Segera hubungi dokter anak Anda mengalami beberapa hal ini:


- Tidak mengikuti pergerakan benda yang bergerak dengan matanya.


- Tidak menyadari adanya pergerakan tangan di depannya (saat berusia 2 bulan).


- Mengalami kesulitan untuk menggerakkan salah satu atau kedua matanya ke semua arah.


- Mata tampak juling hampir di setiap saat.



Usia 7 Bulan


Segera hubungi dokter anak bila anak Anda mengalami beberapa hal di bawah ini:


- Salah satu atau kedua mata tampak juling ke arah dalam atau luar sepanjang waktu.


- Keluar air mata terus-menerus atau mata kering atau anak tampak sensitif terhadap cahaya.


- Tidak mengikuti gerakan benda yang bergerak baik yang berada di dekatnya (30 cm) atau jauh darinya (185 cm).



Orang tua juga harus waspada bila melihat anak memperlihatkan gejala dan tanda seperti ini:



1. Sering juling ketika membaca dan melihat.


2. Selalu membaca sesuatu/menonton TV dari jarak yang sangat dekat.


3. Mengeluhkan pusing dan sakit di sekitar mata.


4. Selalu mengucek-ngucek mata atau mata terlihat merah.


5. Mata merah dan berair tanpa sebab yang jelas.


6. Adanya gangguan perkembangan dalam pendidikan di sekolah.


7. Adanya riwayat mata malas (amblyopia) di keluarga.


8. Adanya riwayat auto-imunne disease yang mempengaruhi penglihatan.


9. Adanya keluhan penglihatan ganda.


10. Adanya keluhan juling ke dalam ataupun keluar.



Berbagai gangguan mata yang dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan penglihatan pada anak adalah:



1. Kesalahan bias


Kesalahan bias terjadi jika anak Anda memiliki bentuk kornea yang tidak teratur dan mendistorsi apa yang dilihatnya. Kesalahan bias yang umum adalah rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisma.


Rabun jauh adalah kondisi mata yang hanya dapat melihat benda-benda dalam jarak dekat dan tidak jelas ketika harus melihat benda yang jauh. Sebaliknya, rabun dekat hanya mampu melihat benda dengan jelas jika letaknya jauh dan kabur jika melihat benda dalam jarak dekat dengan mata.


Sedangkan astigmatisma merupakan ketidakmampuan kornea untuk fokus yang menyebabkan pandangan kabur. Cara membantu balita yang menderita kondisi ini adalah dengan menggunakan kacamata.



2. Strabismus atau mata silang


Strabismus adalah kondisi mata yang tidak sejajar atau dalam arah yang sama sehingga tidak dapat bergerak serempak. Ini biasanya disebabkan oleh otot-otot mata yang lemah di satu mata.


Semakin awal Anda mengetahui gejala strabismus, semakin kecil kemungkinan hal itu akan menyebabkan masalah mata lebih lanjut. Pengobatan biasanya beberapa anak memakai penutup mata pada mata yang lebih kuat selama beberapa jam sehari untuk melatih mata yang lemah untuk bekerja lebih baik.


Anda juga bisa meneteskan obat tetes mata ke mata balita Anda untuk mengaburkan mata yang kuat dan memaksa mata yang lemah untuk bekerja lebih keras. Dokter mungkin meresepkan kacamata khusus yang dirancang untuk membantu menyelaraskan mata dengan benar.


Dokter juga mungkin merekomendasikan latihan mata untuk memperkuat otot mata yang lemah. Jika perawatan ini tidak bekerja, salah satunya jalan adalah melakukan operasi.



3. Amblyopia atau mata malas


Amblyopia sering terjadi ketika seorang anak mengalami strabismus yang tidak diobati. Otak menyesuaikan dengan gambar yang ditangkap oleh mata strabismus, akibatnya otak tidak belajar untuk melihat dengan baik dengan mata lemah.


Pengobatan untuk amblyopia mirip dengan terapi strabismus. Pilihan meliputi tetes mata, penutup mata, kacamata khusus, atau operasi.


4.  Katarak infantil, yaitu kekeruhan pada lensa mata yang terjadi sejak bayi atau berbagai gangguan lain yang diturunkan (jarang).



5.  Prematur retinopati, yaitu gangguan mata yang sering terjadi pada bayi premature



Pengobatan sedini mungkin dapat membantu mengatasi gangguan penglihatan secepat mungkin untuk mencegah terjadinya kebutaan. Tergantung pada gangguan mata yang terjadi, anak anda mungkin akan memerlukan beberapa hal, yaitu kacamata atau kontak lensa, kacamata khusus, penutup mata, tindakan pembedahan.



Sumber: Dokter.id, blog at WordPress.com,AntamMedika

Editor : Lambertus Hurek