Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Intelijen Iran Bongkar Dugaan Agenda Tersembunyi AS dan Israel terhadap Teheran

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 28 Mei 2026 | 05:48 WIB
Seorang perempuan terlihat membawa bendera dengan gambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei selama Idul Adha pada 26 Mei 2026 di Qom, Iran. (BBC)
Seorang perempuan terlihat membawa bendera dengan gambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei selama Idul Adha pada 26 Mei 2026 di Qom, Iran. (BBC)

Intelijen Iran Tuding AS dan Israel Masih Ingin Gulingkan Republik Islam

RADAR SURABAYA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Kementerian Intelijen Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel masih berupaya menggulingkan Republik Islam Iran serta memecah belah negara tersebut.

Melansir AFP yang dikutip CNBCIndonesia, Iran menyebut upaya tersebut kini dilakukan melalui jalur nonmiliter setelah dinilai gagal dicapai melalui perang terbuka.

“Musuh kini mengejar melalui cara lain tujuan menggulingkan dan memecah belah negara, yang secara terbuka mereka nyatakan di awal perang baru-baru ini namun gagal dicapai melalui serangan militer,” demikian pernyataan Kementerian Intelijen Iran, dikutip Rabu (27/5).

Iran mengklaim telah memperoleh informasi terkait rencana AS dan Israel untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. 

Selain itu, pemerintah Iran juga menuding adanya penyelundupan senjata, amunisi, hingga perangkat komunikasi ilegal seperti Starlink yang memungkinkan akses internet berbasis satelit.

Tuduhan tersebut muncul di tengah hubungan Iran dan Israel yang terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

 Kedua negara diketahui telah lama terlibat dalam perang bayangan yang mencakup operasi sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran hingga pembunuhan ilmuwan yang dikaitkan dengan operasi intelijen.

Konflik memuncak setelah perang 12 hari yang terjadi tahun lalu. Perang tersebut menjadi bentrokan terbuka terbesar antara Iran dan Israel setelah sebelumnya kedua negara hanya terlibat serangan balasan sporadis sepanjang 2024.

Iran hingga kini tidak mengakui Israel sebagai negara dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Tel Aviv. 

Sementara itu, AS tetap menjadi sekutu utama Israel dalam berbagai isu keamanan dan politik di kawasan Timur Tengah.

Analis menilai meningkatnya tensi antara Iran, AS, dan Israel berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan serta kondisi ekonomi global, terutama sektor energi dan perdagangan internasional.

Dampak Ketegangan Iran-AS-Israel ke Ekonomi Global

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga minyak dunia dan pasar keuangan global.

 Jika konflik kembali meningkat, harga energi diperkirakan berpotensi melonjak akibat kekhawatiran gangguan distribusi minyak dari kawasan tersebut.

Selain itu, tekanan ekonomi terhadap Iran juga dapat memperburuk kondisi domestik negara itu yang selama bertahun-tahun menghadapi sanksi internasional dari Barat.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#intelijen Iran #republik islam iran #amerika serikat #Israel #timur tengah