Fenomena Langka: Matahari Tepat di Atas Ka'bah Bertepatan Hari Arafah 2026
Nurista Purnamasari• Senin, 25 Mei 2026 | 22:06 WIB
Ilustrasi matahari di atas Ka’bah. (ISTIMEWA)RADAR SURABAYA - Musim haji tahun 2026 di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi akan terasa berbeda. Pada Hari Arafah, 9 Dzulhijjah 1447 H atau Selasa (26/5), matahari akan berada tepat di atas Ka'bah. Fenomena ini membuat Ka'bah tidak memiliki bayangan sama sekali, menjadikannya momen astronomi yang langka sekaligus sakral bagi umat muslim.Fenomena matahari sejajar di atas Ka'bah biasanya terjadi dua kali setiap tahun karena letak geografis Makkah yang berada di garis lintang 21,4 derajat utara. Baca Juga: Haji 2026: Jelang Armuzna, Jemaah Haji Risti Embarkasi Surabaya Jadi Perhatian KhususMatahari tampak bergerak di antara khatulistiwa dan Garis Balik Utara, sehingga pada titik tertentu posisinya persis di atas Ka'bah.Peristiwa serupa pernah terjadi pada 20 Juli 2023 dan juga tercatat bertepatan dengan puncak haji tahun 1993. Tahun ini, keselarasan tersebut kembali hadir tepat di Hari Arafah, menjadikannya momen yang jarang terjadi.Para astronom menjelaskan bahwa keselarasan ini dihasilkan dari perbedaan antara kalender bulan Hijriah dan kalender surya Gregorian. Baca Juga: Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Kabut Berbau Menyengat Cemari Udara Bikin Warga Sesak Napas Siklus lunar membutuhkan waktu sekitar 33 tahun untuk kembali selaras dengan tanggal surya yang sama.Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menegaskan bahwa fenomena ini adalah peristiwa astronomi rutin dan tidak selalu menyebabkan peningkatan suhu ekstrem.“Kondisi iklim lebih dipengaruhi oleh kelembaban, awan, kecepatan angin, dan pergerakan massa udara ketimbang sudut posisi matahari,” jelas lembaga tersebut dalam laporan media Saudi Ajel.Baca Juga: Euforia Konvoi Juara Persib Bandung Berujung Duka, 2 Tewas dan Ratusan Suporter LukaJuru bicara Pusat Meteorologi Nasional, Hussein Al Qahtani, menambahkan bahwa fenomena ini dipantau setiap tahun sebagai observasi astronomi.“Klaim yang mengatakan tingkat panas akan dipengaruhi oleh posisi matahari memerlukan klarifikasi ilmiah,” ujarnya.
Makna bagi Umat Muslim
Fenomena matahari tepat di atas Ka'bah memiliki makna simbolis bagi umat Islam. Posisi ini menegaskan Ka'bah sebagai patokan kiblat salat, di mana seluruh umat muslim di dunia menghadap ke arah yang sama. Baca Juga: 493 Ekor Burung Diselundupkan dari Bali, Diamankan di Pelabuhan Ketapang BanyuwangiMeski tidak berdampak langsung pada ibadah haji, momen ini menambah kekhusyukan Hari Arafah yang merupakan puncak ibadah haji. (cnn/nur) Editor : Nurista Purnamasari