Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Maqam Ibrahim di Masjidil Haram, Batu Pijakan Nabi Ibrahim saat Membangun Ka’bah

Muhammad Firman Syah • Minggu, 8 Maret 2026 | 10:20 WIB

Maqam Ibrahim Dan Bentuk Batu Di Dalamnya.
Maqam Ibrahim Dan Bentuk Batu Di Dalamnya.

RADAR SURABAYA – Maqam Ibrahim menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang berada di kawasan Masjidil Haram. Tempat ini kerap menjadi perhatian jemaah haji dan umrah karena berkaitan erat dengan kisah pembangunan Kaaba oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail.

Sebagian orang masih keliru mengartikan Maqam Ibrahim sebagai makam atau tempat dimakamkannya Nabi Ibrahim. Padahal, Maqam Ibrahim bukanlah kuburan, melainkan sebuah batu yang digunakan Nabi Ibrahim sebagai pijakan saat membangun Ka’bah.

Secara bahasa, kata maqam berarti tempat berdiri atau pijakan. Batu tersebut digunakan Nabi Ibrahim ketika menyusun batu-batu Ka’bah yang semakin lama semakin tinggi.

Baca Juga: Sejarah Gua Hira, Tempat Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW

Dalam proses pembangunan Ka’bah, Nabi Ismail membantu ayahnya dengan membawa batu-batu yang kemudian disusun oleh Nabi Ibrahim. Ketika bangunan Ka’bah semakin tinggi, batu pijakan itu ikut terangkat sehingga memudahkan Nabi Ibrahim melanjutkan pembangunan.

Bekas Tapak Kaki Nabi Ibrahim

Keistimewaan Maqam Ibrahim terletak pada adanya bekas tapak kaki Nabi Ibrahim pada batu tersebut. Dahulu bekas telapak kaki tersebut terlihat cukup jelas, namun seiring waktu menjadi semakin samar karena sering disentuh oleh jemaah.

Beberapa riwayat menyebutkan ukuran jejak kaki tersebut sekitar panjang 27 sentimeter, lebar 14 sentimeter, dan kedalaman sekitar 10 sentimeter.

Awalnya, posisi Maqam Ibrahim berada menempel pada dinding Ka’bah di sisi yang berdekatan dengan Hajar Aswad. Namun, seiring bertambahnya jumlah jemaah, posisinya kemudian dipindahkan sekitar 10 meter dari Ka’bah agar tidak mengganggu jemaah yang melakukan tawaf.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Jabal Rahmah, Bukit Kasih Sayang di Padang Arafah

Saat ini Maqam Ibrahim ditempatkan dalam bangunan kecil berbentuk pelindung berwarna keemasan di dekat Ka’bah sehingga mudah dikenali oleh para jemaah yang berada di Masjidil Haram.

Dianjurkan Salat di Belakang Maqam Ibrahim

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebut Maqam Ibrahim sebagai salah satu tempat yang dianjurkan untuk dijadikan tempat salat.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 125:

وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ

Artinya:
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang i’tikaf, yang rukuk, dan yang sujud.’”

Baca Juga: Asal Usul Warna Hitam Hajar Aswad dalam Sejarah Islam

Ayat tersebut menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah melakukan tawaf di Ka’bah. Selain itu, dalam Surah Ali Imran ayat 97 juga disebutkan bahwa di Baitullah terdapat tanda-tanda kebesaran Allah SWT, salah satunya adalah Maqam Ibrahim.

Keberadaan Maqam Ibrahim menjadi pengingat akan sejarah perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam membangun Ka’bah sebagai pusat ibadah umat Islam.

Hingga kini, Maqam Ibrahim tetap dijaga sebagai salah satu peninggalan penting dalam sejarah Islam yang dapat disaksikan oleh jutaan umat Muslim yang datang ke Masjidil Haram setiap tahunnya. (rif/fir)

Editor : M Firman Syah
#Maqam Ibrahim #nabi ibrahim #Ka'bah #ibadah haji dan umrah #masjidil haram