RADAR SURABAYA - Perselisihan diplomatik antara China dan Jepang semakin memanas setelah Kedutaan Besar China di Jepang mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru karena situasi keamanan yang memburuk di Jepang.
Peringatan itu meminta warga China di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri karena banyak laporan terbaru dari para ekspatriat yang dihina, dipukuli, dan dilukai tanpa provokasi.
Latar Belakang Perselisihan
Perselisihan antara China dan Jepang telah berlangsung lama, terutama terkait dengan isu Taiwan dan keamanan regional.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memicu ketegangan ini dengan pernyataan bahwa keadaan darurat Taiwan karena penggunaan kekuatan militer oleh China bisa menjadi "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" bagi Jepang.
Data Kriminalitas Membantah Klaim China
Data kriminalitas yang diungkapkan Kementerian Luar Negeri Jepang membantah klaim China bahwa situasi keamanan di Jepang memburuk.
Data itu menunjukkan bahwa telah terjadi tujuh kasus pembunuhan dan 21 perampokan di Jepang yang melibatkan warga negara China antara Januari dan Oktober tahun ini,
dibandingkan dengan 14 pembunuhan, 18 perampokan, dan tiga kasus pembakaran yang menimpa warga China pada periode yang sama tahun lalu.
Dampak Perselisihan Diplomatik
Perselisihan diplomatik ini telah menyebabkan ketegangan antara China dan Jepang, serta mempengaruhi hubungan ekonomi dan politik antara kedua negara.
Warga China di Jepang juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan