Surabaya – Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), resmi mengumumkan peluncuran proyek besar pengembangan kawasan Masjidil Haram yang diberi nama King Salman Gates. Proyek ini menjadi bagian dari upaya strategis Kerajaan Arab Saudi untuk mengakomodasi peningkatan jumlah jamaah setiap tahun, terutama selama musim haji.
Melalui proyek tersebut, kawasan Masjidil Haram akan diperluas secara signifikan dengan pembangunan fasilitas hunian, perhotelan, komersial, serta kebudayaan di sekitar area suci tersebut. Fasilitas ini juga dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksimal bagi para jamaah yang datang dari seluruh dunia.
Proyek King Salman Gates akan menyediakan sekitar 900.000 ruang salat, baik di dalam maupun di luar ruangan, dan dirancang dengan menggabungkan unsur arsitektur modern serta tradisional Islam. Penamaan proyek ini menjadi penghormatan langsung kepada Raja Arab Saudi saat ini, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Menurut laporan dari Saudi Press Agency, proyek ini akan menjadi pintu masuk megah menuju Masjidil Haram, sekaligus mendukung visi transformasi Arab Saudi melalui Program Pengalaman Ziarah.
“Pengembangan perkotaan dan transformasi infrastruktur King Salman Gates (Gerbang Raja Salman) akan memberikan kontribusi terutama pada peningkatan akses ke Masjidil Haram, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkaya pengalaman perjalanan setiap pengunjung, sejalan dengan tujuan Program Pengalaman Ziarah. Jadi setiap jamaah yang melakukan ibadah bisa nyaman, khusyuk jika tempatnya lebih luas dan tidak berdesak-desakan,” ujar pernyataan resmi pemerintah Arab Saudi.
Selain perluasan fisik, proyek ini juga mencakup kawasan seluas 19.000 meter persegi yang didedikasikan untuk pelestarian warisan budaya dan sejarah Kota Makkah. Elemen ini diharapkan mampu memperkaya nilai spiritual dan historis bagi setiap jamaah yang datang.
Pengamat arsitektur Timur Tengah, Dr. Hadi Al-Farisi, menilai bahwa proyek King Salman Gates merupakan langkah strategis yang mencerminkan kepedulian Arab Saudi terhadap jamaah dan nilai-nilai peradaban Islam.
“Proyek ini bukan sekadar perluasan tetapi, sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan budaya Makkah, sekaligus modernisasi yang mendukung kenyamanan jamaah dari seluruh dunia serta menunjukkan bahwa tempat ibadah harus sesuai dan seimbang untuk biaya perjalanan yang dikeluarkan," ujarnya.
Pemerintah Arab Saudi berharap King Salman Gates dapat menjadi ikon baru Makkah, yang mengintegrasikan kenyamanan modern, nilai budaya, dan pengalaman spiritual dalam satu kawasan terpadu. (acl)
Editor : M Firman Syah