Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Takut Ditinggal di Tengah Persaingan AI, Tesla Bayar Elon Musk Rp474 Triliun

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 6 Agustus 2025 | 03:13 WIB
Elon Musk
Elon Musk

RADAR SURABAYA- Tesla resmi menghadiahkan saham senilai 29 miliar dolar AS atau sekitar Rp474 triliun kepada CEO-nya, Elon Musk.

Hadiah ini sebagai strategi mempertahankan kepemimpinan sang miliarder di tengah ketatnya persaingan dalam industri kecerdasan buatan (AI).

Langkah tersebut dilakukan setelah pengadilan Delaware, Amerika Serikat, pada 2024 membatalkan paket gaji Musk tahun 2018 yang bernilai lebih dari 50 miliar dolar AS (Rp818 triliun)

dengan alasan kesepakatan itu merugikan pemegang saham. Musk pun mengajukan banding atas putusan tersebut.

Dalam pemberitahuan kepada pemegang saham pada hari Senin, Tesla menyatakan bahwa mereka “yakin” penghargaan saham senilai 29 miliar dolar

AS akan menjadi insentif kuat bagi Musk untuk tetap berkomitmen memimpin perusahaan, terlebih di tengah meningkatnya persaingan global dalam perekrutan talenta AI.

 “Sangat penting untuk mempertahankan dan memotivasi talenta luar biasa kami, dimulai dengan Elon,” tulis dewan direksi Tesla di platform X (sebelumnya Twitter), yang juga dimiliki oleh Musk.

“Tak seorang pun dapat menandingi kombinasi pengalaman kepemimpinan dan keahlian teknis yang dimiliki Elon.”

Tesla menyebut Elon Musk sebagai sosok yang memiliki “rekam jejak luar biasa” dalam membangun bisnis revolusioner dan menguntungkan.

Pengaruh saham baru ini juga diperkirakan memperkuat posisi suara Musk di dewan direksi perusahaan mobil listrik terkemuka itu.

Jika pengadilan tingkat banding mengembalikan kesepakatan gaji Musk tahun 2018, maka ia harus memilih antara mempertahankan paket lama senilai 56 miliar dolar AS (Rp917 triliun) atau

mengembalikan penghargaan baru untuk menghindari "double dip", yaitu menerima dua kali keuntungan untuk pencapaian yang sama.

Baca Juga: Gregoria dan Putri KW Masuk 10 Besar Peringkat Dunia BWF

Gaji Terbesar dalam Sejarah Perusahaan AS

Paket gaji Musk tahun 2018 dirancang tanpa gaji pokok. Ia hanya akan menerima kompensasi jika mencapai target ambisius yang ditetapkan oleh

dewan direksi Tesla, mencakup pertumbuhan nilai pasar, laba, dan penjualan. Faktanya, semua target tersebut telah tercapai.

Dalam permohonan bandingnya, Musk berargumen bahwa pengadilan tingkat pertama melakukan kesalahan hukum karena tidak mempertimbangkan hak pemegang saham untuk menyetujui paket gaji eksekutif.

Dan Ives, analis senior dari Wedbush Securities, mengatakan kepada BBC bahwa keputusan Tesla merupakan langkah strategis yang tak bisa dihindari.

 “Aset terbesar Tesla adalah Elon Musk. Dewan perlu melakukan ini. Ini adalah langkah besar ke depan,” ujarnya.

“Dalam perlombaan senjata AI, Tesla tidak bisa membiarkan Musk hanya terlibat setengah hati.”

Persaingan Ketat di Industri AI

Industri teknologi saat ini memasuki era kompetisi agresif dalam mengembangkan AI. Perusahaan-perusahaan raksasa berlomba merekrut talenta dengan paket gaji selangit untuk mempercepat inovasi.

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, disebut-sebut mencoba menarik pengembang terbaik dari OpenAI (pencipta ChatGPT) dengan penawaran jutaan dolar.

Sementara itu, divisi AI Microsoft, yang dipimpin oleh eks pendiri Google DeepMind, Mustafa Suleyman, juga merekrut sejumlah talenta dari Google.

Tesla pun menyatakan bahwa perusahaan kini berada di "titik kritis" dalam evolusinya—bertransformasi dari sekadar produsen kendaraan listrik menjadi perusahaan teknologi AI dan robotika.

Penghargaan saham kepada Musk dipandang sebagai bagian dari strategi Tesla untuk memastikan fokus dan dedikasi penuh sang CEO, di tengah berbagai proyek ambisius lainnya yang ia pimpin.

Selain Tesla, Musk juga menjabat posisi penting di perusahaan teknologi lainnya seperti xAI, Neuralink, dan The Boring Company.

Ia baru-baru ini mengumumkan pengunduran diri dari dunia politik setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai penasihat Presiden AS Donald Trump.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#mobil listrik #Saham #AI #kecerdasan buatan #elon musk #tesla #paket gaji Elon Musk