SURABAYA - Keberadaan tukang asah pisau sejak dulu sudah ada.
Tepatnya di tahun 1910, tukang asah tersebut berkeliling dari kampung ke kampung dengan menggunakan gerinda atau batu asah berjenis corundum berbentuk piringan.
"Tahun 1910, tukang asah mulai keliling menggunakan gerinda namun digerakkan secara manual dengan cara ditarik memakai tali," ujar pegiat sejarah Nur Setiawan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, biasanya para tukang asah keliling itu juga berada di depan pasar untuk menunggu orang yang ingin mengasah pisau maupun benda tajam lainnya.
"Mereka dari Surabaya, biasanya mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya," tuturnya.
Semakin hari semakin banyak tukang asah pisau dan juga benda tajam lainnya. Mereka datang dari berbagai kota di daerah lainnya.
Bahkan mereka juga membawa dagangan berupa pisau.
"Namun sayang profesi itu bertahan hingga tahun 1090-an dan hingga saat ini sudah tidak ada lagi profesi tersebut," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto