SURABAYA - Roh perdagangan dan perniagaan sudah tertanam sejak dulu. Salah satunya adalah wilayah Pengampon. Sebuah kampung lawas di bagian utara Kota Pahlawan. Pengamat sejarah Nur Setiawan menjelaskan, daerah itu telah tercatat dalam peta era kolonial sejak abad ke-19.
Nama Pengampon berasal dari bahasa Jawa. Yakni dari suku kata Ampo. "Mempunyai makna mengeringkan atau membuat gerabah yang berasal dari tanah liat," ujarnya, Selasa (15/8).
Dia mengatakan, kampung lawas memiliki sejarah yang kompleks. Awalnya menjadi sentra gerabah. Sehingga tempat itu terdapat banyak perajin dan penjual.
"Seperti diketahui bahwa masyarakat Jawa kuno menamakan sebuah desa atau kampung berdasarkan keadaan alam atau peristiwa kemanusiaan," ungkap Wawan, sapaannya.
Wilayah itu cukup strategis. Sehingga menjadi sentra perdagangan dan perniagaan. Karena Pengampon dekat dengan Kali Undaan dan Kali Pegirian. "Saat itu merupakan jalur utama transportasi air," ucapnya.
Mobilitas perdagangan di sana cukup tinggi. Pengampon terus mengalami perkembangan. Hingga akhir 1980-an, tempat itu penuh toko kosmetik dan alat-alat penunjang lainnya.
"Tidak ada catatan sejarah, ya mengalir saja tiba-tiba bermunculan. Tapi perlu diingat, kawasan itu sangat strategis untuk perdagangan sampai sekarang," imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto