SURABAYA - Coen Boulevard atau Jalan Dr Soetomo dulu merupakan kompleks pemukiman elit Eropa. Yang tinggal di sana hanya warga Eropa, sehingga sangat ekslusif. Warga pribumi tak ada yang tinggal di sana, mungkin hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Bangunan lawas di sana yang masih berdiri dan ada juga yang di bongkar total bentuknya.
Awalnya rumah-rumah orang Eropa beralih fungsi menjadi restoran, perkantoran kafe, karaoke dan lain sebagainya. Peralihan fungsi tersebut seiring dengan kembalinya orang-orang Eropa ke negaranya pascakemerdekaan RI.
“Jadi awalnya dulu rumah-rumah Eropa itu banyak yang kosong tak ditempati. Akhinya dialih fungsikan menjadi restoran, kafe, kantor, toko, karaoke, bank dan lainnya,” terang Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan kepada Radar Surabaya.
Orang-orang Eropa pulang ke negaranya sekitar tahun 1980-an dan kemudian rumah-rumah kosong tersebut ditempati oleh orang China. Karena mengikuti perkembangan zaman, mulai beralih fungsi dan ada juga rumahnya yang masih tetap. "Sekitar Tahun 1980 sampai 1990-an beralih fungsi menjadi kantor, restoran, kafe, kantor asuransi dan lain sebagainya," terang Nur Setiawan.
Menurutnya, untuk kondisi sekarang di Jalan Dr Soetomo lebih universal daripada era tempo dulu. "Karena saat ini menjadi pusat bisnis dalam arti perdagangan seperti restoran, kafe, karaoke, bank, dan lain sebagainya," katanya.
Ada perencanaan kawasan Dr Soetomo atau Coen Boulevard ini dijadikan kawasan elit sebagai jujukan pariwisata. "Kami berharap kawasan Dr Soetomo menjadi kawasan untuk jujukan pariwisata dan juga bisa mengamankan aset-aset itu (bangunan lawas)," harapan Nur Setiawan. (jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto