Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jalan Pandegiling di era Kolonial Dinamakan Tamarindelaan karena Banyak Pohon Asam Jawa

M. Mahrus • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 00:22 WIB
Dulu bernama Tamarindelaan: Kondisi Jalan Pandegiling di era Hindia Belanda. (ISTIMEWA)
Dulu bernama Tamarindelaan: Kondisi Jalan Pandegiling di era Hindia Belanda. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Di era Hindia-Belanda jalanan di Surabaya memiliki beberapa nama unik dan sesuai dengan kondisi kawasan. Salah satunya adalah Jalan Pandegiling, Surabaya.

Pemerhati Sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo mengungkapkan, Jalan Pandegiling dahulu di era Hindia Belanda bernama Tamarindelaan.

"Iya, dahulu nama Jalan Pandegiling adlaah Tamarindelaan. Tamarin itu artinya asam Jawa," ujar Kuncarsono kepada Radar Surabaya.

Inisiator Komunitas Begandring Soerabaia ini melanjutkan, dinamakan Tamarindelaan karena dahulu di kawasan Jalan Pandegiling banyak dijumpai pohon asam Jawa.

Pohon tersebut tumbuh di pinggir jalan sepanjang jalan yang membujur dari timur ke barat. "(Kawasan Pandegiling) itu batas perumahan Darmo di sisi utara," terangnya.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, era klasik dahulu sekitar Pandegiling terdapat kebun tebu dan juga ada pabrik gula.

"Pemerintah kolonial menyebutnya Tamarindelaan. Tapi sebutan Pandegiling sudah sejak dulu. Pande artinya tukang, giling menggiling atau menumbuk, menghancurkan," tandasnya. (rus/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#Begandring Soerabaia #pegiat sejarah #pemerhati sejarah #sejarah Surabaya