Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, makam warga Tiongkok di Surabaya sebenarnya berada di beberapa tempat. Menurutnya antara Embong Malang, Tunjungan dan Blauran di tengah-tengahnya banyak makam etnis Tionghoa.
"Ada juga makam keturunan Tionghoa di belakang rumah sembahyang marga Han di Jalan Karet. Saat ini masih ada satu makam yang tersisa di sana," ujarnya, Senin (5/12).
Chrisyandi menambahkan, beberapa makam lain di sana telah beralih fungsi menjadi pasar. Tempat tersebut kini lebih dikenal sebagai pasar Bong. Pasar itu terletak di Jalan Slompretan. "Selain satu makam tadi, di sekitar Pasar Bong ada makam Han Tik Ko. Dia adalah anak Han Bwee Kong. Kapiten Tiongkok di Surabaya," jelasnya.
Chrisyandi mengatakan, makam etnis Tionghoa ini juga ditemukan di Kupang, Tambaksari, Kembang Kuning, Simo, Banyu Urip Kidul dan Wonokotri. "Ada juga di Pasar Kembang, Kupang Praupan dan Kupang Panjaan," katanya.
Sementara itu, ahli sejarah dan cagar budaya Surabaya Adrian Praksasa menyatakan, sebagian besar makam keturunan Tionghoa kini sudah berubah, karena alih fungsi yang luar biasa menjadi pusat perdagangan. "Peralihan fungsi tersebut berlangsung sejak 1800-an," jelasnya. (mus/nur) Editor : Administrator