RADAR SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur mengirim 27 ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut dilepas Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar, Jumat (4/9), di halaman Kanwil Kemenag Jatim.
Pengiriman bantuan merupakan hasil sinergi Kanwil Kemenag Jatim, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur, dan Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur.
Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, pengiriman bantuan merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
“Kementerian Agama punya concern yang sama. Ini juga atas petunjuk Ibu Gubernur untuk kita bergerak,” ujar Bahtiar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dinilai memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga: AngetKnee Buatan ITS Bantu Redakan Nyeri Lutut Lansia
Sebanyak 27 ton bantuan logistik tersebut dikemas dalam dua kontainer. Pengiriman kontainer difasilitasi secara gratis oleh Meratus.
Dari Kanwil Kemenag Jatim, bantuan dibawa ke pelabuhan dan dijadwalkan berangkat pada 7 September menuju Maumere.
Setibanya di NTT, bantuan akan diterima relawan untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah titik yang membutuhkan.
Bahtiar berharap bantuan tersebut segera tiba dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak gempa.
“Di sana saudara-saudara kita sudah sangat menunggu apa yang kita berangkatkan hari ini,” tuturnya.
Kemenag Dorong Persaudaraan Kemanusiaan
Bahtiar juga menekankan pentingnya membangun ukhuwah insaniyah atau persaudaraan kemanusiaan dalam penanganan bencana.
Menurut dia, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh dibatasi oleh perbedaan agama, suku, ras, maupun latar belakang.
“Kita tidak perlu melihat apa agamanya, apa sukunya, apa rasnya, maupun latar belakang lainnya. Sekat-sekat itu kita kesampingkan demi satu tujuan, yaitu kemanusiaan,” pesannya.
Ketua Baznas Jawa Timur Mohammad Ghofirin mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam pengiriman bantuan gempa NTT tersebut.
Baca Juga: Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Berdayakan Peserta lewat Program PEKA
Ia memastikan bantuan kemanusiaan akan kembali disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Insyaallah ini bukan bantuan yang kita kirim terakhir kalinya. Setelah ini kita masih akan mengatur bantuan-bantuan selanjutnya sesuai dengan data lapangan mutakhir,” ujarnya.
Ketua FOZ Jawa Timur, Ziyad juga menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Jatim dan Baznas Jawa Timur dalam misi kemanusiaan di Indonesia.
Pengiriman 27 ton bantuan dari Jawa Timur ini menjadi bentuk gotong royong untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa di NTT.
Dengan dukungan relawan dan koordinasi antarlembaga, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan