
RADAR SURABAYA — Keluhan nyeri dan kekakuan lutut pada lansia mendorong mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi teknologi kesehatan.
Salah satunya AngetKnee, perangkat terapi lutut yang memadukan penyangga, terapi panas, dan getaran.
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu penderita osteoarthritis mengatasi keluhan nyeri dan kekakuan lutut melalui pendekatan nonfarmakologis.
Selain AngetKnee, tim ITS juga mengembangkan Elevaid Chair, perangkat yang membantu proses pemindahan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
AngetKnee Gabungkan Terapi Panas dan Getaran
AngetKnee merupakan perangkat yang dapat dikenakan (wearable) dan dirancang dalam bentuk penyangga lutut.
Perangkat ini mengintegrasikan tiga fungsi, yakni penyangga, terapi panas, dan terapi getaran.
Ketua tim pengembang sekaligus dosen Departemen Teknik Mesin ITS Maulana Yusuf Izzuddin mengatakan, penggabungan sejumlah fungsi tersebut bertujuan menghasilkan perangkat terapi yang ringkas dan praktis digunakan.
“Kami ingin menggabungkan fungsi penyangga, terapi panas, dan getaran dalam satu perangkat yang ringkas dan portabel,” ujar Yusuf, Jumat (4/9).
Dalam pengembangannya, AngetKnee menjalani pengujian dengan tiga variasi suhu pemanas, yakni 38, 42, dan 46 derajat Celsius. Intensitas getaran juga diuji pada level 1 hingga 3.
Hasil analisis statistik menunjukkan kombinasi suhu 42 derajat Celsius dan intensitas getaran level 2 memberikan respons terbaik bagi pengguna.



